QOM, IRAN, http://Eksisjambi.com – Masjid Jamkaran memiliki posisi yang sangat istimewa di kalangan masyarakat Iran dan umat Islam Syiah di seluruh dunia. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga di yakini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena sejarah pendiriannya yang unik dan sarat makna keimanan.
Masjid Jamkaran terletak di desa Jamkaran, sekitar enam kilometer dari Kota Qom, salah satu pusat keilmuan dan spiritual Islam Syiah. Setiap pekannya, khususnya pada malam Selasa, masjid ini di padati oleh ribuan hingga jutaan peziarah dari berbagai negara.
Menurut catatan sejarah dan tradisi lisan yang di percaya luas oleh masyarakat Syiah, Masjid Jamkaran di dirikan pada tahun 393 Hijriah atau sekitar tahun 1003 Masehi. Pendirian masjid ini di yakini berawal dari peristiwa spiritual yang di alami oleh seorang ulama saleh bernama Hasan bin Mitslah Jamkarani.
Dalam kisah yang masyhur, Hasan bin Mitslah mengaku di datangi oleh Imam Kedua Belas dalam keyakinan Syiah, yakni Imam Mahdi, pada malam Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Imam Mahdi memerintahkan agar di lokasi tertentu di bangun sebuah masjid sebagai tempat ibadah dan doa umat.
Hasan bin Mitslah kemudian melaporkan pengalaman tersebut kepada ulama setempat dan penguasa wilayah. Setelah di lakukan penelusuran dan di yakini kebenarannya, masjid pun di bangun di lokasi yang telah di tentukan.
Sejak saat itu, Masjid Jamkaran menjadi simbol harapan, doa, dan penantian akan kemunculan Imam Mahdi.
Masjid Jamkaran di kenal sebagai tempat yang erat kaitannya dengan doa, khususnya doa memohon pertolongan, keadilan, dan keselamatan.
Salah satu tradisi yang terkenal adalah penulisan doa dan harapan pada secarik kertas yang kemudian di masukkan ke dalam sumur khusus di area masjid, yang di yakini sebagai simbol penyampaian doa kepada Imam Mahdi.
Selain itu, salat khusus yang di anjurkan untuk dilakukan di Masjid Jamkaran menjadi daya tarik utama para peziarah. Banyak yang meyakini bahwa beribadah di masjid ini membawa ketenangan batin serta memperkuat keimanan.
Seiring meningkatnya jumlah peziarah, Masjid Jamkaran telah mengalami berbagai renovasi dan perluasan. Kini, kompleks masjid berdiri megah dengan fasilitas modern, area ibadah luas, serta pengelolaan yang tertata rapi, tanpa menghilangkan nilai sejarah dan spiritualnya.
Pemerintah Iran juga menjadikan Masjid Jamkaran sebagai salah satu destinasi religi penting, terutama pada peringatan-peringatan keagamaan besar dalam kalender Islam Syiah.
Bagi umat Syiah, Masjid Jamkaran bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penantian terhadap keadilan universal yang di yakini akan di bawa oleh Imam Mahdi di akhir zaman. Nilai inilah yang menjadikan masjid ini terus hidup dalam keyakinan dan spiritualitas umat, lintas generasi.**







