Eksisjambi.com, MERANGIN — Masyarakat di tiga desa di Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Jambi, secara tegas membantah dan mengecam keras tuduhan yang disebarkan melalui salah satu akun TikTok terkait adanya praktik pungutan liar di jalan Desa Muara Jernih.
Beberapa waktu lalu, sebuah video yang menampilkan lokasi di Dusun Mekar Jaya, Desa Muara Jernih, beredar di media sosial dengan keterangan yang berbunyi: “Jalan di Portal K*bu *akukan Pungli !!, gas ni lokasi Tabir Ulu.”
Pernyataan yang dinilai tidak mendasar dan dibuat tanpa melakukan pengecekan atau investigasi terlebih dahulu ini dirasa sangat menciderai perasaan masyarakat dari tiga desa, yaitu Muara Jernih, Muara Seketuk, dan Pulau Aro.
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan sampai unggahan Anda merusak serta menciderai harkat dan martabat orang lain, padahal apa yang Anda sampaikan itu belum tentu kebenarannya,” ujar Basarudin, yang akrab disapa Bas R, selaku tokoh masyarakat Desa Muara Jernih.
Latar Belakang Perbaikan Jalan
Jalan sepanjang sekitar 3 kilometer yang menghubungkan Desa Muara Jernih dengan Dusun Mekar Jaya merupakan urat nadi ekonomi sekaligus jalur alternatif warga menuju pusat kabupaten. Selama ini kondisi jalan tersebut rusak parah — bahkan kendaraan roda dua pun sulit melintas, apalagi kendaraan roda empat atau lebih.
Melihat kondisi tersebut, para tokoh masyarakat dari ketiga desa berkumpul mencari solusi. Disepakati dilakukan penggalangan dana secara sukarela dari setiap kendaraan yang melintas, guna membiayai perbaikan jalan. Biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar 40 juta rupiah, digunakan untuk menyewa alat berat, membeli batu/koral, serta memperbaiki box culvert.
Dua Tujuan Berdirinya Portal
Terkait keberadaan portal di Dusun Mekar Jaya, masyarakat juga memperjelas alasan pendiriannya, yaitu:
1. Kepentingan Kamtibmas: Wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat sebelumnya sering terjadi kasus pencurian ternak dan pencurian lainnya. Portal beserta pos ronda yang ada membantu pengawasan akan keamanan lingkungan.
2. Melindungi Jalan: Portal berfungsi membatasi kendaraan bermuatan berlebih agar tidak melintas, sehingga jalan yang telah diperbaiki dapat terjaga kondisinya dan awet digunakan.
Berkat gotong royong dan kerja keras warga, perbaikan jalan telah selesai dan kini dapat dilalui dengan lancar. Langkah ini pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat luas.
Namun, keberhasilan tersebut ternoda oleh unggahan yang dinilai tidak bertanggung jawab itu. Seorang warga Muara Jernih menyampaikan kekecewaannya:
“Jika Anda tidak mampu menyumbang pikiran maupun tenaga, maka sebaiknya diam saja. Jangan menyebar fitnah yang jahat. Justru Anda seharusnya berterima kasih, karena sekarang Anda pun bisa melintas dengan nyaman di jalan yang sudah kami bangun bersama.” Ujarnya dengan nada penuh kecewa. *Bas R*







