Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:22 WIB

Menjaga Bumi di Era AI: Pesan Ekoteologi Menag Nasaruddin Umar dari Al Azhar

JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menyampaikan gagasan strategis tentang ekologi, peran agama, dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) dalam konferensi internasional yang diinisiasi Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir, dan digelar di Universitas Al-Azhar Al-Syarif, Mesir, Selasa (20/01/2026).

Konferensi ini menjadi momentum penting, sekaligus penegasan bahwa ekoteologi program prioritas Kementerian Agama RI—telah mendapat perhatian dunia internasional, bahkan diseminarkan di Universitas Al-Azhar Al-Syarif, universitas tertua di dunia yang telah berusia lebih dari seribu seratus tahun.

Hadir dalam konferensi tersebut Menteri Wakaf Republik Arab Mesir sekaligus Ketua Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, M. Zaim A. Nasution, Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, para ulama Al-Azhar, akademisi lintas negara, cendekiawan, intelektual, serta peneliti dari berbagai belahan dunia, Staf Diplomatik RI Kairo, serta seribu pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir.

Delegasi Indonesia turut diwakili Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, LC., MH. dan Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar diwakili oleh Dr. Salamah Daud, mewakili Grand Syekh Al-Azhar dan Dr. Hasan Al Shagir, Kepala Akademi Al Azhar untuk Pelatihan Imam dan Dai.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Otonomi Daerah Ke - XXVIII Tahun 2024

Dalam paparannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengawali dengan menyampaikan salam hangat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya konferensi internasional tersebut.

Menag kemudian membedah secara mendalam makna tanggung jawab manusia dalam perspektif Islam, khususnya di tengah tantangan global, krisis lingkungan, dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Menurut Menag, tanggung jawab manusia tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya mencari penghidupan, melainkan mengandung dimensi moral, amanah sosial, dan kesadaran spiritual untuk memakmurkan bumi.

“Dalam Islam, bumi bukan milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi. Karena itu, memakmurkan bumi tidak akan pernah sempurna tanpa menjaga keseimbangan alam,” tegas Menag.

Ia menambahkan, setiap aktivitas, profesi, maupun pembangunan yang justru merusak keseimbangan lingkungan pada hakikatnya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan pembangunan peradaban.

Baca Juga :  Tertibkan PKL Pasar Talang Banjar, Gubernur Al Haris: Ini Bentuk Kecintaan Terhadap Kota Jambi

“Setiap profesi yang mengganggu keseimbangan tersebut sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” lanjutnya.

Dalam konteks era Artificial Intelligence, Menag menekankan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berada dalam bingkai nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan etika ekologis. AI, menurutnya, tidak boleh menjauhkan manusia dari tanggung jawab moral, melainkan harus menjadi alat untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kehidupan dan keberlanjutan bumi.

Konferensi ini dinilai sebagai ruang strategis untuk menyuarakan bahwa agama memiliki peran sentral dalam merespons tantangan global, termasuk krisis lingkungan dan disrupsi teknologi, dengan pendekatan yang berakar pada nilai spiritual dan kemanusiaan universal.

Diseminasi ekoteologi di Al-Azhar Al-Syarif menjadi simbol bahwa program prioritas Kementerian Agama RI telah menembus panggung peradaban dunia, dan siap disuarakan ke seluruh penjuru global sebagai kontribusi Indonesia dalam membangun masa depan umat manusia yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkelanjutan.**

Share :

Baca Juga

News

Wakil Ketua DPRD Ikuti Rapat Evaluasi dan Launching TPS3R Kota Sungai Penuh
Mohamad Safa

Internasional

Kritik PVA di PBB: Narasi “Pre-emptive Strike” AS-Israel ke Iran Dipertanyakan

Kerinci

Aksi Warga  2 Desa Pulau Pandan Diduga Ada Oknum Manfaatkan Situasi Terkait Proyek PLTA KMH 

Kota Jambi

Kapolda Baru Irjen Pol Krisno H. Siregar disambut Secara Adat Daerah Jambi 

Bangko

Wabup A. Khafidh Sebutkan Adanya Dana APBN Rp 1,4 Milyar untuk Perikanan

Daerah

Peristiwa Bencana Hidrometeorologi Terjadi Saat Ini

Kerinci

Yasinan dan Doa Bersama Dikediaman H. Murison Dihadiri Ratusan Masyarakat

News

Bupati Tanjab Barat Bersama Gubernur Jambi Hadiri Rakerda Badan PABPDSI