http://Eksisjambi.com– Jagat maya kembali di hebohkan dengan beredarnya narasi bertajuk “video botol Golda 19 detik” yang dalam beberapa hari terakhir ramai di perbincangkan di berbagai platform media sosial.
Isu ini memicu rasa penasaran warganet setelah muncul klaim bahwa video tersebut mengandung konten tersembunyi yang tidak pantas.
Sejumlah pengguna internet bahkan di laporkan berbondong-bondong mencari tautan video lengkap yang di sebut-sebut berdurasi 19 detik tersebut. Namun, di tengah derasnya pencarian, masyarakat di imbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hingga kini, tidak terdapat bukti valid maupun klarifikasi resmi baik dari pihak produsen minuman Golda Coffee maupun dari otoritas berwenang terkait keberadaan video yang di maksud.
Sejumlah pengamat menilai fenomena ini lebih mengarah pada hoaks dan modus penipuan digital yang sengaja di mainkan untuk menjebak pengguna internet.
Isu ini pertama kali mencuat dari akun-akun media sosial yang tidak terverifikasi. Pola penyebarannya pun relatif seragam, yakni dengan menyertakan narasi provokatif dan iming-iming akses ke “video penuh” melalui tautan tertentu. Sayangnya, tautan tersebut justru tidak mengarah pada konten yang di janjikan.
Alih-alih menampilkan video, pengguna biasanya di arahkan ke situs web mencurigakan yang di penuhi iklan agresif, permintaan pengisian survei data pribadi, hingga ajakan mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi. Kondisi ini berpotensi membahayakan perangkat serta membuka celah pencurian data pribadi.
Cepatnya penyebaran narasi ini tidak terlepas dari cara kerja algoritma media sosial yang mengedepankan konten dengan tingkat interaksi tinggi. Minimnya literasi digital membuat sebagian pengguna mudah terjebak rasa penasaran, terutama saat isu di kemas seolah-olah eksklusif dan “terlarang”.
Situasi tersebut di manfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan melalui praktik clickbait, peningkatan trafik situs ilegal, hingga penyalahgunaan data pengguna. Oleh karena itu, masyarakat di minta untuk lebih kritis dan skeptis terhadap tren viral yang tidak memiliki sumber informasi jelas dan dapat di pertanggungjawabkan.
Menanggapi maraknya peredaran tautan mencurigakan, para pakar keamanan siber bersama otoritas terkait, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terus mengingatkan publik agar mengutamakan keamanan data pribadi saat berselancar di dunia digital.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat di sarankan untuk menerapkan beberapa upaya mitigasi berikut:
- Menghindari mengeklik tautan asing dari akun atau sumber yang tidak memiliki reputasi jelas.
- Tidak mengunduh file atau aplikasi dari situs pihak ketiga yang mencurigakan.
- Selalu memverifikasi informasi melalui media arus utama atau kanal resmi sebelum membagikannya kembali.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, pengguna internet di harapkan tidak mudah terjebak dalam jebakan hoaks yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.**







