http://Eksisjambi.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat disebut akan mengubah peta dunia kerja secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah profesi yang selama ini dianggap menjanjikan diperkirakan akan mengalami perubahan besar, bahkan sebagian berpotensi tergantikan oleh sistem AI yang semakin canggih.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Gemini 3 Deep Think, platform AI terbaru yang diklaim memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang jauh lebih maju dibanding generasi sebelumnya. Teknologi ini dinilai sangat mudah digunakan sehingga bahkan anak-anak dapat memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan keahlian profesional.
Menyikapi perkembangan tersebut, akan digelar diskusi daring melalui Zoom dengan tema “How To Future-Proof Your Teenager’s Education In The Face Of New A.I. Advancements” atau “Cara Menyiapkan Pendidikan Anak Remaja Menghadapi Kemajuan AI di Masa Depan.”
Kegiatan ini ditujukan bagi para orang tua yang memiliki anak usia sekolah menengah hingga calon mahasiswa agar dapat memahami dampak revolusi AI terhadap pilihan pendidikan dan karier generasi muda.
Dalam sesi tersebut, peserta akan memperoleh berbagai informasi penting, antara lain:
Dua terobosan AI terbaru dalam enam minggu terakhir yang membuat banyak kalangan profesional, termasuk insinyur, mulai mempertanyakan masa depan sejumlah pekerjaan.
Alasan mengapa nasihat populer “belajar coding” dinilai tidak lagi cukup untuk menjamin masa depan karier anak.
Daftar 18 sektor industri yang diperkirakan menghadapi risiko tinggi akibat otomatisasi AI, termasuk beberapa bidang yang selama ini masih dianggap aman oleh konselor pendidikan.
Demonstrasi langsung mengenai kemampuan AI terkini pada tahun 2026 dan bagaimana teknologi tersebut bersaing dengan keterampilan manusia.
Penjelasan tentang konsep “pendidikan tahan AI” atau AI-resistant education, yakni keterampilan dan kompetensi yang diperkirakan tetap relevan dalam satu dekade ke depan.
Analisis mengenai perubahan paradigma pendidikan, termasuk pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kecerdasan emosional.
Penyelenggara mengimbau para orang tua untuk segera melakukan pendaftaran dan memilih salah satu dari dua jadwal sesi yang tersedia. Peserta yang tidak dapat mengikuti acara secara langsung tetap disarankan untuk mendaftar agar memperoleh akses rekaman ulang (replay) dan pengingat kegiatan.
Selain pemaparan materi, webinar juga akan menghadirkan sesi tanya jawab langsung sehingga peserta dapat berkonsultasi mengenai strategi pendidikan dan karier yang tepat bagi anak-anak mereka di tengah era kecerdasan buatan yang berkembang sangat cepat.
Karena kapasitas Zoom dibatasi hanya untuk 200 peserta, masyarakat yang berminat diminta segera melakukan registrasi sebelum kuota terpenuhi.
Perkembangan AI yang semakin masif menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini mengenai keterampilan masa depan dinilai menjadi langkah penting agar generasi muda mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah perubahan teknologi global.**







