Eksisjambi.com. Tanjab Timur — Gelar debat kandidat, Pilkada Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), antara kandidat paslon nomor urut 1 Zumi Laza Zulkifli – Muhammad Aris, dengan kandidat nomor urut 2, paslon
Dillah Hikmah Sari – Muslimin Tanja, berlanjut debat publik yang dimaksud, dengan membawa tema, Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Potensi Daerah tersebut, berlangsung digedung DPRD Tanjabtim, Komplek Perkantoran – Bukit Benderang, pada Jumat malam, 01/11/24.
Mengawali segmen debat, yaitu penyampaian visi dari masing masing, paslon nomor urut 1, dengan visi yang disampaikan Cabup Zumi Laza, Terwujudnya Kabupaten Tanjabtim Sejahtera, Adil, Mandiri, Unggul, Demokratis dan Agamis Samudra Bangkit.
Demikian visi Dillah – Muslimin, Tanjabtim Merata, Membangun Bersama Rakyat Untuk Sejahtera dan Bahagia, dengan 18 kerja unggulan yang menaungi akan tuntutan disetiap lapisan masyarakat.
Debat yang dipandu moderator Seera Safira ini, dari segmen awal sampai kepada segmen tanya jawab penajaman visi misi kandidat, Paslon nomor urut 2, tampak rileks dan lebih menguasai argumen debat, disetiap sesi argumen, kepada lawan debat Paslon nomor urut 1, antara Cabup Dillah dan Cawabup Muslimin Tanja, kompak sesama berbagi memiliki penguasaan jawaban, artinya Paslon nomor urut 2, nyata lebih mumpuni menguasai struktur yang di perdebatkan.
Berikut, pada segmen tanya jawab visi misi, terjadi persepsi yang saling mempertahankan, terkait kepada kesejahteraan nelayan, yaitu pemberian bantuan pompong terhadap nelayan, dimana Paslon Laza – Aris dengan bantuan pompong 3 GT.
Sementara, paslon Dillah – Muslimin, ber optimisme dengan bantuan pompong bobot 10 GT, plus alat tangkap ikan, disertai mendorong pelatihan kerja terhadap nelayan, guna peningkatan pendapatan nelayan yang lebih memungkinkan daripada dengan pompong 3 GT, sanggah Dillah maupun Muslimin, yang tetap bertahan kepada bantuan pompong tangkap ikan 10 GT, berikut jaminan asuransi dan bantuan langsung tunai kepada nelayan, ketika musim utara gelombang tinggi, yang berdampak nelayan tidak melaut. (Mul).







