PADANG, Eksisjambi.com – Pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik yang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis penghubung jalur utama Padang–Solok terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki pertengahan tahun 2026, progres fisik pembangunan proyek tersebut tercatat telah mencapai 18,75 persen.
Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) menyampaikan, pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap penting dengan mulai terlihatnya bentuk fisik bangunan utama, khususnya pada Jembatan 1.
Tahapan pemasangan balok utama penopang atau girder telah mulai di lakukan sebagai bagian dari struktur utama flyover. Pemasangan girder ini menjadi salah satu pekerjaan krusial dalam membentuk konstruksi jembatan layang yang nantinya akan melintasi kawasan ekstrem Sitinjau Lauik.
Selain kemajuan pekerjaan konstruksi, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik juga telah di selesaikan sepenuhnya. Pengadaan lahan yang mencapai 100 persen tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan proyek.
Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di bangun dengan nilai investasi sekitar Rp2,793 triliun. Infrastruktur ini di rancang untuk mengatasi berbagai persoalan geometrik jalan di kawasan Sitinjau Lauik yang selama ini di kenal memiliki medan curam, tikungan tajam, serta tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi.
Dengan panjang mencapai 2,774 kilometer, pembangunan flyover ini di harapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar konektivitas Padang–Solok, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di jalur lintas Sumatra.
Pemerintah menargetkan proyek strategis tersebut dapat rampung sepenuhnya dan mulai beroperasi pada tahun 2028. Kehadiran Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di harapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas transportasi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.*







