Home / Daerah / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, Wako Alfin Tekankan Program Tepat Sasaran dan Terintegrasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH,Eksisjambi.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi kemiskinan dan mempercepat penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor serta program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (8/10/2026).

Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos., M.M., Sekretaris Daerah Alpian, S.E., M.M., Ketua TP-PKK Sri Kartini Alfin, Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua DWP Winda Rahayu, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, BUMD, Baznas, para camat, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan stunting tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, penanganan kemiskinan memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya pencegahan dan penurunan stunting. Karena itu, dibutuhkan data yang akurat, program yang terintegrasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran.

“Penanganan kemiskinan menjadi bagian penting dalam menekan stunting. Karena itu, kita harus memastikan data valid, program terintegrasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar intervensi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Azhar.

Baca Juga :  Judi Sabung Ayam di Mendahara Ilir Dibubarkan Polisi

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah yang selaras dengan agenda nasional Asta Cita.

Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Data harus akurat, program harus terintegrasi dan pelaksanaannya harus kita kawal bersama,” tegas Alfin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan bahwa angka kemiskinan Kota Sungai Penuh pada tahun 2025 berada di angka 3,23 persen, sementara prevalensi stunting tercatat 8 persen.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan melalui berbagai program intervensi. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri.

“Capaian yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Kita tidak boleh berhenti, karena masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah,” katanya.

Pada rakor tersebut, Wali Kota Alfin juga kembali mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung Program 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah) sebagai gerakan kepedulian sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Baca Juga :  Puskesmas Pondok Tinggi Peringati HKN Ke-56, Dengan Membagikan Masker.

Program tersebut dinilai menjadi wujud nyata semangat gotong royong, di mana kontribusi kecil dari banyak orang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan melihat besar atau kecilnya yang kita berikan. Segenggam beras, sebutir telur, maupun seribu rupiah, jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Alfin.

Selain Program 3S, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Kartu Sungai Penuh Juara. Di sektor pendidikan, pemerintah telah menyalurkan Beasiswa Juara kepada 2.274 siswa serta memberikan 5.010 paket seragam sekolah gratis sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan.

Menutup arahannya, Wali Kota meminta seluruh OPD, camat, kepala desa, lurah, BUMN, BUMD, Baznas, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi agar seluruh program berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.

“Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terintegrasi, datanya harus jelas dan manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap sinergi seluruh elemen dapat semakin diperkuat sehingga upaya pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terus menunjukkan hasil yang lebih baik demi mewujudkan Kota Sungai Penuh yang maju, adil, dan sejahtera.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Kerinci Shalat IED Idul Adha 1443 H Bersama Ribuan Masyarakat 6 Desa Kemantan

Daerah

BMKG Jelaskan Fenomena “Awan Pelangi” di Langit Jonggol Bogor

Daerah

Pengamat Dr. Dedek Kusnadi Soroti Lambannya Penanganan Banjir di Kota Jambi

Kota Sungai Penuh

Bersama Beryll Dara, Srikandi Air Sempit Rawang Nyatakan Solid Menangkan Fikar-Yos

Advertorial

Sekda Tanjab Timur Bertindak Inspektur Upacara Dalam Rangka Peringatan Hari Santri
Harga Emas Antam

Daerah

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Rp2.887.000 per Gram

Daerah

Kode Redeem MLBB 12 Juli 2026 Terbaru, Buruan Klaim!

News

Debat Kedua Paslon 2 Dillah – MT Lebih Unggul