eksisjambi.com , SungaiPenuh – Salah satu upaya untuk menekan angka prevalensi stunting di Kota Sungai Penuh adalah dengan melakukan pembinaan atau penyuluhan pada calon pengantin (catin). Intervensi pada calon pengantin sangat penting sebagai upaya preventif mencegah kelahiran bayi stunting.
Dalam hal ini Pemerintah Kota Sungai Penuh terdiri dari Sekretariat TPPS bersama Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi TPPS- Publikasi Data Stunting Tahap 2 bulan Agustus yang bertempat di ruang Aula Bapeda (14/10/2024).
Pada kesempatan itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Gunardi mengatakan,permasalahan stunting masih menjadi prioritas untuk di kendalikan,bahkan isu stunting juga menjadi isu nasional,agar tidak ada lagi anak di Indonesia yang mengalami kekurangan gizi sehingga berimbas kepada tidak idealnya pertumbuhan anak dengan anak seusianya.
“Kita kerja sama dengan lintas sektor,untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Sungai Penuh,”Kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Gunard,
Gunardi menyebutkan,selain melakukan penyuluhan kepada calon pengantin,pihak Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh melakukan pemberian pil tambah darah kepada kalangan remaja.
“Untuk pemberian makanan bergizi bagi siswa SD dan SMP juga telah kita lakukan,untuk menekan angka prevalensi stunting di Kota Sungai Penuh,”Ungkapnya
Disamping itu juga,untuk angka prevalensi stunting di Kota Sungai Penuh terjadi penurunan dari tahun sebelumnya,dimana pada tahun 2023
terdapat 26 persen kasus stunting dan pada tahun 2024 turun menjadi 4,1 kasus stunting.
“Kunci pencegahan dan penanganan stunting adalah di 1000 hari pertama kehidupan, sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita sangatlah penting. Oleh karenanya pembinaan kepada calon pengantin yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kesiapan menikah dan hamil kepada calon pengantin menjadi sangat penting untuk dilakukan,”Pungkasnya(*)







