Jakarta,http://Eksisjambi.com – Realisasi investasi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun, atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini melampaui target pemerintah sebesar Rp 1.905,6 triliun, dengan tingkat realisasi mencapai 101,3 persen.
Selain mencatatkan pertumbuhan positif, investasi tersebut juga berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja, mencerminkan ketahanan iklim investasi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik internasional, serta berbagai bencana alam yang terjadi di dalam negeri.
Dari total realisasi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 900,9 triliun atau setara 46,6 persen. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total investasi, dengan pertumbuhan signifikan 26,6 persen di bandingkan tahun 2024.
Secara kewilayahan, investasi di luar Pulau Jawa mencatatkan kinerja lebih tinggi di bandingkan Jawa dengan porsi 51,3 persen. Capaian ini terutama di dorong oleh meningkatnya investasi di Sulawesi Tengah, seiring percepatan agenda hilirisasi industri, khususnya di sektor pengolahan sumber daya alam.
Meski demikian, sejumlah daerah di Pulau Jawa tetap menjadi tujuan utama investasi nasional, antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, yang terus menunjukkan daya tarik kuat bagi investor domestik maupun asing.
Dari sisi sektoral, realisasi investasi sepanjang 2025 di dominasi oleh industri logam dasar, sektor transportasi dan telekomunikasi, serta pertambangan. Dominasi sektor-sektor tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada industrialisasi, penguatan infrastruktur, dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
Sementara itu, Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok tercatat sebagai negara sumber PMA terbesar. Hal ini menegaskan masih kuatnya kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi nasional serta konsistensi kebijakan pembangunan dan industrialisasi Indonesia ke depan.**







