EksisNasional.com, Jakarta – Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyampaikan kritik konstruktif kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar meningkatkan kualitas pelayanan publiknya dengan mencontoh keteladanan yang ditunjukkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Pernyataan ini disampaikannya sebagai bentuk refleksi terhadap respons Polri dalam menangani berbagai pengaduan masyarakat.
Menurut Sahroni, Damkar layak dijadikan teladan karena terbukti selalu hadir cepat, tanggap, dan penuh empati dalam setiap situasi darurat yang melibatkan keselamatan masyarakat. Ia menilai, meski dengan sumber daya terbatas, Damkar tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik tanpa keluhan.
“Kita harus jujur melihat realitasnya. Ketika dibutuhkan, Damkar hadir dengan cepat, tanggap, dan empatik. Ini pelajaran penting. Polri harus dengan rendah hati mengamati dan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan teman-teman Damkar, khususnya dalam hal respons cepat, humanisme, dan keandalan dalam pelayanan publik,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (28/6/2025).
Politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menekankan pentingnya institusi Polri untuk membangun kembali kepercayaan publik melalui pelayanan yang lebih humanis dan profesional. Ia berharap ke depan Polri tidak hanya sigap dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menunjukkan sisi empati dan kecepatan dalam merespons keluhan masyarakat.
“Polri memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan Damkar. Maka sudah selayaknya Polri juga mampu lebih baik dalam memberikan layanan, menjaga kepercayaan publik, dan membangun citra positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sahroni juga menegaskan bahwa kritik ini bukan bentuk menjatuhkan institusi, melainkan dorongan untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik. Ia percaya bahwa Polri memiliki potensi besar untuk menjadi institusi yang benar-benar dicintai dan dipercaya oleh masyarakat, asalkan terus membuka diri terhadap evaluasi dan perubahan.
Pernyataan Sahroni ini menuai beragam respons di kalangan publik dan pengamat. Sebagian mendukung dengan menyebut perlunya reformasi layanan kepolisian yang lebih ramah dan proaktif, sementara sebagian lainnya menilai kritik semacam ini bisa menjadi motivasi positif bagi jajaran Polri untuk memperbaiki diri.(*)







