Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 12 April 2026 - 19:38 WIB

Sejarah Kelam Lubang Jepang Bukittinggi Sumatera Barat 

terowongan peninggalan Jepang

terowongan peninggalan Jepang

Bukittinggi,http://Eksisjambi.com  – Di luar Sumatera Barat, bahasa Minangkabau kerap di sebut sebagai “bahasa Padang”. Namun, penyebutan yang tepat adalah bahasa Minangkabau atau Minang, karena Padang merupakan ibu kota provinsi tersebut.

Di tengah kekayaan budaya Minangkabau, terdapat salah satu situs sejarah penting yang menjadi pengingat masa kelam penjajahan Jepang di Indonesia, yakni Lubang Jepang Bukittinggi.

Lubang Jepang merupakan terowongan bawah tanah yang di bangun oleh tentara Jepang pada masa Perang Dunia II, tepatnya antara tahun 1942 hingga 1945 saat Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang.

Bukittinggi di pilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki posisi strategis di dataran tinggi, di kelilingi perbukitan, serta menjadi pusat pemerintahan militer Jepang di wilayah Sumatra.

Pembangunan terowongan ini melibatkan tenaga kerja paksa atau romusha dari berbagai daerah di Indonesia. Para pekerja harus menghadapi kondisi yang sangat berat, seperti:

  • Tidak menerima upah
  • Kekurangan makanan
  • Menggunakan peralatan sederhana
  • Banyak yang meninggal akibat kelelahan dan kelaparan
Baca Juga :  BBTNKS Gencarkan Operasi PETI di TNKS

Kondisi tersebut menjadikan Lubang Jepang tidak hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga simbol penderitaan rakyat pada masa penjajahan.

Secara fisik, Lubang Jepang memiliki spesifikasi yang cukup besar dan kompleks:

  1. Panjang terowongan lebih dari 1.400 meter
  2. Kedalaman sekitar 40 meter di bawah permukaan tanah
  3. Lebar lorong berkisar 2–3 meter
  4. Tinggi lorong sekitar 2–2,5 meter

Di dalamnya terdapat berbagai ruangan dengan fungsi berbeda, antara lain:

Rumah sakit

Dapur

Ruang persenjataan

Gudang logistik

Penjara

Jalur pelarian rahasia

Pada masa perang, Lubang Jepang di gunakan sebagai:

  • Markas pertahanan militer
  • Tempat penyimpanan amunisi
  • Perlindungan dari serangan udara
  • Gudang logistik
  • Jalur komunikasi bawah tanah
  • Pasca Perang hingga Jadi Wisata
Baca Juga :  Klaim Kode Redeem FF 29 Mei 2026 Terbaru

Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, terowongan ini sempat ditinggalkan dan tidak terawat. Lubang Jepang kemudian ditemukan kembali pada awal 1950-an.

Sejak tahun 1984, pemerintah mulai mengelola kawasan ini sebagai objek wisata sejarah yang terbuka untuk umum.

Pintu masuk Lubang Jepang dapat di akses melalui beberapa titik, di antaranya kawasan Taman Panorama, Ngarai Sianok, sekitar Istana Bung Hatta, serta Kebun Binatang Bukittinggi.

Fakta Menarik

  • Salah satu terowongan peninggalan Jepang terpanjang di Asia
  • Di bangun tanpa menggunakan mesin modern
  • Banyak korban romusha yang tidak di ketahui identitasnya
  • Struktur bangunan masih kokoh hingga saat ini

Lubang Jepang Bukittinggi bukan sekadar destinasi wisata, melainkan saksi bisu sejarah yang menggambarkan penderitaan sekaligus ketangguhan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Jepang.**

Share :

Baca Juga

Mitsubishi Destinator hadir sebagai kendaraan konsep yang mengutamakan kenyamanan

Daerah

Mitsubishi Destinator Hadirkan Kenyamanan di Setiap Perjalanan 
Walikota CUP Sungai Penuh

Daerah

Wawako Azhar Hamzah Resmi Buka Event Pencak Silat Walikota Cup I Sungai Penuh

Advertorial

Peduli Zakat, Gubernur Alharis Diundang Presiden Ke Istana
Daffana Nabilah, Sultan Muda Sidoarjo,

Daerah

Sultan Muda Sidoarjo” Daffana Nabilah Bagikan 1.500 Porsi Takjil Setiap Sore

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gratiskan Sambungan Air Minum bagi 600 MBR
Hutama karya

Daerah

Hutama Karya Resmi Garap Tol Akses Patimban Paket II, Perkuat Nadi Logistik Nasional

Advertorial

Gubernur Alharis Hadiri HUT Bhayangkara Ke-76
jadwal M7 MLBB

Daerah

ONIC Esports Jalani Jadwal Padat di M7 World Championship MLBB 2026 Jakarta