Sungai Penuh, – Walikota Sungai Penuh yang di wakili oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, secara resmi membuka Event Pencak Silat Wali Kota Cup I yang dingelar di GOR Kemenangan Kota Sungai Penuh, Rabu (24/12).
Kejuaraan ini di selenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sungai Penuh dengan mengusung tema “Junjung Tinggi Sportivitas”. Event tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet pencak silat dari berbagai kelompok usia.
Adapun kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Usia Dini 1 dan 2 (Pemasalan), Pra Remaja (Pemasalan), serta Remaja dan Dewasa (Prestasi). Kejuaraan ini diikuti oleh perguruan pencak silat dari Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, hingga atlet-atlet dari berbagai daerah di Sumatera.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya sekadar olahraga bela diri atau ajang meraih prestasi, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Pencak silat memiliki nilai luhur yang mengajarkan disiplin, ketangguhan, serta pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak. Melalui event ini, saya berharap para atlet dapat menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menjadikan pertandingan sebagai sarana pembinaan prestasi,” ujar Azhar Hamzah.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana, wasit, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Event Pencak Silat Wali Kota Cup I ini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sungai Penuh, Ketua IPSI Jakarta Timur, Ketua KONI Kota Sungai Penuh, Ketua dan Pengurus IPSI Kota Sungai Penuh, para pimpinan perguruan pencak silat, serta ratusan atlet dan official.
Pada turnamen kali ini, SMI Kota Sakti (Satria Muda Indonesia Kota Sakti) berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan medali yang impresif, yakni 33 emas, 28 perak, dan 8 perunggu.
Pelatih SMI Kota Sakti, Rizky Rahman, dalam wawancara menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi sarana penting untuk mengevaluasi hasil latihan para atlet yang selama ini dilakukan secara rutin.
“Kompetisi ini bukan untuk ajang gagah-gagahan, membully, atau saling melukai. Ini adalah wadah evaluasi pembinaan, sekaligus pembentukan mental dan karakter atlet agar siap berprestasi secara sportif,” tegas Rizky.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Wali Kota Cup I, diharapkan pencak silat di Kota Sungai Penuh dan sekitarnya semakin berkembang, serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional hingga nasional.***







