Jakarta, http://Eksisjambi.com – Studi perusahaan keamanan siber Skyshark menyebutkan penipuan dan skema dengan deep fake merugikan hingga 930 juta euro atau Rp 18,4 triliun sepanjang tahun lalu.
Kenaikan cukup signifikan dalam satu tahun yang hanya 304 juta euro (Rp 6 triliun) atau naik tiga kali lipat pada 2024.
Fenomena deepfake memang makin berbahaya karena memadukan kecanggihan AI, manipulasi emosi, dan kepercayaan publik.
Berikut penjelasan bagaimana modus ini biasanya berjalan: Deepfake Tokoh Terkenal untuk Investasi Palsu, pelaku membuat video manipulasi yang meniru figur publik seperti Karol Nawrocki, Friedrich Merz, Brad Pitt
Cara Kerjanya: Mengambil video asli pidato/wawancara tokoh terkenal. Mengganti wajah dan suara menggunakan teknologi AI agar terlihat autentik.
Kemudian menambahkan narasi promosi investasi dengan janji keuntungan besar dan cepat. Lalu Korban di arahkan ke Website palsu, Aplikasi investasi bodong, Grup Telegram/WhatsApp
Dalam hal ini, modus di lakukan menggunakan figur publik, korban merasa lebih percaya, menganggap sudah di verifikasi, Tak ragu mentransfer dana, Deepfake untuk Romance Scam penipuan percintaan, Modus ini lebih personal dan manipulatif secara emosional.
Tahap yang di lakukan, pelaku membuat profil palsu sering mengaku tentara, dokter, atau selebritas, Menggunakan video deepfake untuk Video call palsu, Voice note realistis termasuk membangun hubungan emosional selama berminggu minggu atau per bulan.
Ada lagi dengan mulai meminta uang dengan alasan biaya medis, tiket perjalanan, masalah pajak/bea cukai, Investasi bersama. Dalam hal ini, Kasus ini pernah terjadi atas korban di Prancis yang tertipu.
Brad Pitt palsu menunjukkan bagaimana korban bisa kehilangan hingga 800 ribu euro bukan hanya kerugian finansial, tapi juga trauma psikologis. Selain itu, banyak orang belum paham cara mengenali deepfake.
Faktor psikologis trust, FOMO fear of missing out dan kesepian.
Mengapa Kerugiannya Bisa Triliunan?
Menurut laporan media Eropa seperti Euronews, kombinasi faktor berikut membuat kerugian melonjak seperti Skala global, Satu video bisa menjangkau jutaan orang.
Platform media sosial mempercepat penyebaran, pelaku beroperasiSiber Sebutkan Skema Penipuan Fake Tembus Rp.18, Triliun lintas negara Afrika Barat dan Asia Tenggara. Cara Melindungi diri dengan
beberapa langkah praktis yakni Jangan percaya promosi investasi dari video media sosial.
Cek informasi langsung di situs resmi tokoh atau lembaga, Waspadai janji keuntungan tinggi tanpa risiko. Jangan pernah transfer uang ke orang yang belum pernah di temui secara nyata
Kemudian lakukan reverse image search pada foto profil mencurigakan, Perhatikan detail aneh pada video kedipan mata tidak natural, sinkronisasi bibir kurang tepat.
Intinya: Deepfake mengubah pola penipuan dari sekadar teks menjadi manipulasi visual dan emosional yang sangat meyakinkan.**







