Home / Internasional / Nasional / News

Senin, 6 Oktober 2025 - 07:11 WIB

Sihir Kuantum”: Mistik Ilmiah yang Menggugah, Bukan Ilmu Hitam

Sihir Kuantum

Sihir Kuantum

Eksisjambi.com – Fenomena “Sihir Kuantum” kini tengah menarik perhatian banyak kalangan mulai dari peneliti, praktisi spiritual, hingga masyarakat awam yang haus akan pemahaman baru tentang keterhubungan antara ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia.

Meski namanya mengandung kata “sihir”, konsep ini bukanlah bentuk ilmu hitam, melainkan upaya menjembatani dunia spiritual dengan sains modern melalui perspektif fisika kuantum.

Dalam pandangan para penggagasnya, sihir kuantum bukanlah tentang mantra atau kekuatan supranatural, tetapi tentang kesadaran, getaran energi, dan pengaruh pikiran terhadap realitas.

Prinsip utamanya berpijak pada teori bahwa segala sesuatu di alam semesta terdiri dari energi yang saling berinteraksi di tingkat kuantum sebuah konsep yang secara ilmiah di akui dalam fisika modern.

Baca Juga :  Kodim 0420/Sarko Semarakkan HUT TNI Ke-79 Laksanakan Bhakti Sosial 

“Ini bukan soal mistik yang gelap, tetapi tentang kesadaran manusia yang mampu memengaruhi energi di sekitarnya. Ilmu tidak pernah hitam atau putih; ia netral. Tergantung bagaimana kita menggunakannya,” ujar salah satu peneliti spiritual kuantum, Dr. Aditya Rendra, dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Menurut Aditya, sihir kuantum mengajarkan bahwa setiap pikiran memiliki gelombang energi yang dapat beresonansi dengan semesta dan Ketika seseorang berpikir positif dan fokus, medan energinya dapat “menarik” kondisi serupa ke dalam kehidupan nyata.

Beberapa praktisi bahkan mengaitkannya dengan prinsip law of attraction atau hukum tarik-menarik yang populer dalam psikologi modern.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi Besar 108 Pati dan Pamen Polri, Sembilan Kapolda Resmi Berganti

Namun, perbedaannya terletak pada pendekatan ilmiah, sihir kuantum berupaya menafsirkan fenomena spiritual menggunakan bahasa dan konsep fisika.

Para ilmuwan masih bersikap hati-hati. Sebagian menilai bahwa istilah “sihir” terlalu kental dengan unsur metafisika, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk evolusi kesadaran manusia yang mencoba memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

Apa pun perdebatan yang muncul, sihir kuantum menjadi pengingat bahwa batas antara sains dan spiritualitas semakin kabur di era modern ini.

Dalam pencarian makna dan keseimbangan, mungkin yang dibutuhkan bukan sekadar ilmu pengetahuan, tapi juga kebijaksanaan dalam menggunakannya.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kerinci Hala Bi Halal Bersama Pemprov Jambi

Advertorial

Pj.Bupati Asraf Hadiri Paripurna Penyampaian Rancangan KUA PPAS dan Hasil Pembahasan 5 Ranperda Kabupaten Kerinci

Advertorial

Sekda Tanjab Barat Buka Rapat Koordinasi Dan Rekonsiliasi Penertiban Aset BMD
Dedi Mulyadi

Daerah

Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan Rp7 Miliar dan Tinjau Langsung Korban Banjir–Longsor di Sumatera

Daerah

Bupati Adirozal Hadiri HUT PPNI KE-49 Tingkat Provinsi Jambi

Daerah

Pemkab Kerinci Gelar Halal BI Halal Pada Saat Apel Perdana Pasca Libur Lebaran

Daerah

Bupati  Adirozal: penting kejelasan laporan penyakit pasien yang meninggal dunia

Daerah

Prabowo Soroti Harga Nikel dan Emas, Indonesia Ingin Tentukan Harga Komoditas Sendiri