Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:36 WIB

Sistem Anti-Drone  Masuki Era Teknologi Tinggi Buatan Anak Bangsa

Era Teknologi Tinggi Buatan Anak Bangsa

Era Teknologi Tinggi Buatan Anak Bangsa

JAKARTA,http://Eksisjambi.com – PT Pindad menawarkan sistem anti-drone karya anak bangsa kepada Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Tawaran ini bukan sekadar promosi produk, melainkan sinyal bahwa pengamanan agenda kenegaraan dan wilayah strategis nasional memasuki babak baru yang lebih modern dan berteknologi tinggi.

Sistem anti-drone yang di tawarkan di sebut memiliki kemampuan mendeteksi, melacak, hingga melumpuhkan drone liar. Teknologi tersebut tersedia dalam dua versi, yakni portable dan mobile, sehingga dapat di sesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan, baik untuk pengamanan statis maupun dinamis.

Kemampuan ini menjadi krusial dalam mengamankan berbagai kegiatan berskala besar yang berpotensi menghadapi gangguan dari udara. Dalam konteks keamanan nasional, kehadiran teknologi penangkal drone bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak.

Baca Juga :  Meriahkan Hut Kementerian BUMN Ke 25 Bupati Tanjab Barat Bersama Ketua TP- PKKMengikuti Jalan Santai

Sejumlah peristiwa global menunjukkan bagaimana drone dapat di salahgunakan untuk spionase, penyelundupan, sabotase, bahkan serangan terhadap objek vital.

Bagi Bakamla RI, sistem ini di nilai relevan untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. Selain pengamanan laut, potensi ancaman dari udara rendah yang selama ini kerap menjadi “wilayah abu-abu” dalam sistem pertahanan juga membutuhkan perhatian serius. Drone berukuran kecil dengan kemampuan terbang rendah sering kali sulit terdeteksi oleh sistem radar konvensional.

Langkah PT Pindad juga menegaskan bahwa industri pertahanan dalam negeri tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi asing. Dengan kemampuan rekayasa dan pengembangan mandiri, Indonesia berupaya memperkuat kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Gorontalo Ungkap Kapal Terdampar Diduga Angkut Sianida, Pemilik Masih Diburu

Jika kerja sama ini terealisasi, Bakamla RI tidak hanya memperkuat sistem pengamanan laut, tetapi juga memperluas payung pertahanan hingga ke dimensi udara rendah. Sinergi antara industri pertahanan nasional dan lembaga pengamanan negara di harapkan mampu menciptakan sistem pertahanan berlapis yang adaptif terhadap perkembangan ancaman modern.

Penguatan teknologi anti-drone menjadi bagian dari transformasi keamanan nasional yang menuntut respons cepat terhadap dinamika ancaman berbasis teknologi. Dengan inovasi dalam negeri, Indonesia menunjukkan komitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah melalui solusi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Kurir Ekspedisi Nyambi Jual Sabu, Diringkus Satresnarkoba Polres Kerinci di Sungai Penuh

Daerah

Sesar Besar Sumatra Sepanjang 1.900 Km, Bisakah Bergeser Sekaligus Seperti di Myanmar dan Turki?

Daerah

Sekda Zainal Efendi Resmikan Galery UMKM Semurup

Daerah

SEKDA ASRAF SAYANGKAN PENGECUALIAN KERINCI MELAKSANAKAN PBM DARI GUGUS TUGAS PROVINSI JAMBI
Gerhana Bulan Total 2026

Daerah

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Umat Islam Diimbau Perbanyak Ibadah dan Istighfar

Advertorial

Ketua DPRD Lendra Hadiri Pelepasan Kontingen Kota Sungai Penuh untuk Porprov Jambi 2023
Rawa Bento

Daerah

Rawa Bento, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Kerinci

Hukum

Tak Terima Namanya di Beritakan Bendaharawan Korcam Laris Layangkan Ancaman