JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Indonesia mencatatkan capaian gemilang di sektor investasi sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi yang masuk ke Tanah Air berhasil menembus angka Rp 1.931,2 triliun, melampaui ekspektasi sekaligus mencetak pertumbuhan 12,7 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut juga sukses melampaui target pemerintah hingga 101,3 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, dalam keterangannya pada Kamis (15/1/2026), menegaskan bahwa dampak paling krusial dari realisasi investasi adalah penciptaan lapangan kerja.
“Sepanjang tahun 2025, investasi yang masuk telah berhasil menciptakan 2.710.532 lapangan kerja baru, atau meningkat 10,4 persen di bandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rosan.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 1.714,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 2,4 juta orang. Dengan demikian, tahun 2025 menjadi momentum percepatan pembangunan ekonomi nasional yang nyata dan berkelanjutan.
Rosan juga mengungkapkan bahwa pemerataan investasi menunjukkan tren positif dengan semakin kuatnya konsep Indonesia Sentris. Hal ini tercermin dari sebaran realisasi investasi yang relatif berimbang antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
- Luar Pulau Jawa: 51,3 persen atau Rp 991,2 triliun
- Pulau Jawa: 48,7 persen atau Rp 940,0 triliun
Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp 1.030,3 triliun atau 53,4 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 900,9 triliun atau 46,6 persen.
Berdasarkan negara asal investasi, Singapura kembali menempati posisi teratas sebagai investor asing terbesar dengan nilai investasi mencapai US$ 17,4 miliar. Posisi kedua di tempati Hong Kong dengan US$ 10,6 miliar, di susul China sebesar US$ 7,5 miliar.
Sementara itu, Malaysia berada di urutan keempat dengan nilai investasi US$ 4,5 miliar, dan Jepang melengkapi lima besar dengan investasi senilai US$ 3,1 miliar.
Khusus pada kuartal IV tahun 2025, Rosan menyebut realisasi investasi mencapai Rp 496,9 triliun. Dari capaian tersebut, tercipta 754.186 lapangan kerja, atau meningkat 29,8 persen secara YoY.
Dengan kinerja investasi yang solid dan penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat, pemerintah optimistis Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang semakin kokoh untuk melangkah ke tahun 2026, sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi global.**







