Banjarmasin, http://Eksisjambi.com – Rumah Sakit Ulin Banjarmasin kembali menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat dengan mengangkat tema “Sklerosis Sistemik”. Edukasi ini di sampaikan oleh dr. Anggarda Kristianti Utomo, Sp.PD bersama dr. Ira Pratiwi (PPDS Ilmu Penyakit Dalam) di Poliklinik Subspesialis Penyakit Dalam (Reumatologi), Lantai IV Gedung Ulin Tower RS Ulin Banjarmasin.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Sklerosis Sistemik, yaitu penyakit autoimun kronis yang masih jarang di kenal, namun dapat memberikan dampak serius apabila tidak di tangani sejak dini.
Dalam pemaparannya di jelaskan bahwa Sklerosis Sistemik merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat sehingga memicu produksi kolagen secara berlebihan. Akibatnya, jaringan tubuh mengalami penebalan atau pengerasan (fibrosis).
Penyakit ini di sebut “sistemik” karena tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai organ dalam, seperti paru-paru, jantung, ginjal, hingga saluran pencernaan. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi organ dan menurunkan kualitas hidup penderitanya apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Dokter menjelaskan, gejala awal yang sering muncul antara lain perubahan pada kulit menjadi lebih kencang atau keras, jari tangan yang mudah berubah warna saat terkena suhu dingin (fenomena Raynaud), nyeri sendi, kelelahan, serta gangguan pada sistem pencernaan. Karena gejalanya beragam, tidak sedikit penderita yang terlambat mendapatkan diagnosis.
Melalui edukasi ini, masyarakat di harapkan lebih mengenali tanda-tanda Sklerosis Sistemik sehingga dapat segera berkonsultasi ke dokter spesialis apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
“Mengenali penyakit sejak dini merupakan langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih berat,” ujar narasumber dalam kegiatan edukasi tersebut.
RS Ulin Banjarmasin terus berkomitmen memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini berbagai penyakit, termasuk penyakit autoimun seperti Sklerosis Sistemik.**







