Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:06 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Naik Menjadi Siaga Level III

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, Eksisjambi.com –  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi Siaga (Level III) pada Jumat, 3 Juli 2026. Keputusan tersebut di ambil setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang terus terpantau sejak awal Juni 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Badan Geologi, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan signifikan sejak 6 Juni 2026. Indikator yang di amati meliputi meningkatnya emisi gas vulkanik, munculnya anomali panas, peningkatan aktivitas gempa vulkanik, hingga terjadinya erupsi yang menandakan pergerakan magma semakin aktif.

Baca Juga :  Dua Kali Erupsi, Gunung Ibu di Maluku Utara Semburkan Abu Hingga 2.000 Meter

Seiring dengan kenaikan status menjadi Siaga (Level III), masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pihak lainnya di imbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat di pertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah setempat.

Dengan naiknya status Gunung Anak Krakatau, saat ini terdapat lima gunung api di Indonesia yang berstatus Siaga (Level III), yaitu:

  • Gunung Anak Krakatau (Lampung)
  • Gunung Merapi (DI Yogyakarta – Jawa Tengah)
  • Gunung Semeru (Jawa Timur)
  • Gunung Awu (Sulawesi Utara)
  • Gunung Lewotobi Laki-Laki (Nusa Tenggara Timur)
Baca Juga :  KBM Tatap Muka di Kota Sungai Penuh Ditunda

Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat di sekitar kawasan gunung api.

Pemerintah mengimbau seluruh warga agar mematuhi rekomendasi radius bahaya yang telah di tetapkan dan tidak memasuki kawasan rawan demi menghindari potensi ancaman erupsi seperti lontaran material pijar, awan panas, hujan abu, maupun aliran lava apabila aktivitas gunung semakin meningkat.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Resmikan Kegiatan Sosial Kapal Rumah Sakit Apung di Tanjab Barat.
TPA RKE

Daerah

Wawako Azhar Tinjau TPA Modern Renah Kayu Embun

Advertorial

Putra Terbaik Kota Sungai Penuh Hanif Hijriyan Harumkan Nama Provinsi Jambi  di Kancah Nasional
Ketua DPR RI,Puan Maharani

Internasional

DPR RI Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Pengemudi Ojol Saat Aksi Demonstrasi

Daerah

Bupati H. Adirozal Terima Kunjungan Pangdam/II Sriwijaya

Daerah

Penyebab Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Masih Diselidiki
BMKG

Internasional

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Pesisir (Rob) di Wilayah Indonesia

Advertorial

Warga Apresiasi Dinas PUPR Kerinci  Tanggap Dalam Penanganan Bencana