Maluku Utara – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan dua kali erupsi yang terjadi pada Kamis pagi (9/10/2025).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 10.46 WIT, disusul erupsi kedua pada 10.54 WIT. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, kolom abu dari erupsi kedua teramati lebih tinggi, yakni mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 3.325 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 1 menit 50 detik,” demikian laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sementara itu, erupsi pertama tercatat delapan menit sebelumnya, dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak (sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut dan Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 31 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih berada pada Level IV (Awas). PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 4 km dari puncak kawah utama, serta perluasan sektoral hingga 7 km ke arah utara dari pusat erupsi.
PVMBG juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi lontaran material pijar dan hujan abu, terutama jika arah angin mengarah ke pemukiman.
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi dengan kolom abu bervariasi masih kerap terjadi sejak peningkatan statusnya pada akhir tahun 2023. (*)







