MOSKOW, http://Eksisjambi.com– Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak lagi menganggap relevan tawaran kepada Ukraina untuk menarik pasukannya dari empat wilayah yang di klaim Rusia.
Pernyataan tersebut di sampaikan Putin seiring dengan percepatan laju kemajuan militer Rusia di medan perang.
Dalam pernyataannya, Putin menyebut bahwa tawaran yang telah di ajukan sejak Juni 2024 agar Ukraina mundur dari wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson kini “secara efektif telah menjadi usang.”
Menurutnya, dinamika di lapangan telah berubah secara signifikan, terutama dengan meningkatnya tekanan militer Rusia di sejumlah sektor strategis.
“Seiring percepatan kemajuan pasukan kami, tawaran tersebut tidak lagi relevan. Rusia akan mencapai seluruh tujuan operasinya dengan kekuatan yang di miliki,” ujar Putin, menegaskan bahwa Moskow tidak bergantung lagi pada kompromi politik yang di tawarkan sebelumnya.
Pernyataan ini mencerminkan perubahan sikap Rusia yang semakin keras terhadap konflik berkepanjangan dengan Ukraina. Sebelumnya, tawaran penarikan pasukan Ukraina dari empat wilayah tersebut di sebut Kremlin sebagai salah satu opsi untuk membuka jalan menuju perundingan damai. Namun, hingga kini, Kyiv secara konsisten menolak proposal tersebut dan menegaskan kedaulatan wilayahnya.
Pengamat internasional menilai pernyataan Putin sebagai sinyal bahwa Rusia kini lebih fokus pada pencapaian target melalui jalur militer di bandingkan diplomasi. Percepatan operasi darat dan intensifikasi serangan udara dalam beberapa bulan terakhir memperkuat indikasi tersebut.
Sementara itu, Ukraina dan negara-negara Barat terus menyatakan dukungan terhadap integritas teritorial Kyiv. Mereka menilai klaim Rusia atas wilayah-wilayah tersebut tidak sah menurut hukum internasional.
Dengan memudarnya opsi negosiasi yang sebelumnya di tawarkan Moskow, konflik Rusia-Ukraina di perkirakan masih akan berlanjut dalam waktu yang belum dapat di tentukan.
Situasi ini menambah kekhawatiran global terkait stabilitas kawasan Eropa Timur serta dampak geopolitik dan ekonomi yang lebih luas.***







