Home / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 7 Oktober 2025 - 15:10 WIB

Prabowo Ungkap Timbunan 40.000 Ton Monasit di Bangka Belitung, Nilai Ekonomi Capai Rp128 Triliun

Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto

Bangka Belitung – Dalam acara penyerahan aset rampasan hasil tambang ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Presiden Prabowo Subianto mengungkap temuan mengejutkan: adanya timbunan logam tanah jarang jenis monasit yang mencapai puluhan ribu ton.

Menurut Prabowo, berdasarkan laporan dan analisis awal, timbunan monasit tersebut di perkirakan mencapai 40.000 ton dengan nilai ekonomi yang luar biasa besar.

Jika satu ton monasit di hitung berdasarkan harga pasar internasional yang mencapai ratusan ribu dolar AS, total nilai ekonominya bisa mencapai Rp128 triliun, setara dengan ratusan miliar dolar AS.

Temuan itu di ungkapkan Prabowo saat menyerahkan enam smelter ilegal yang telah di sita negara kepada PT Timah Tbk.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa limbah atau bahan tambang ilegal yang sebelumnya di anggap tidak bernilai ternyata mengandung unsur logam tanah jarang, seperti monasit, yang memiliki nilai strategis bagi industri global.

 “Kita menemukan timbunan besar monasit di lokasi tambang ilegal. Ini menunjukkan betapa besar kekayaan alam Indonesia yang selama ini disia-siakan. Tugas kita adalah mengelolanya dengan benar, bukan membiarkannya di jarah,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  ASN & Masyarakat Panjatkan Doa dan Ucapan Selamat Ulang Tahun Ke-54 Walikota Sungai Penuh Alfin, SH 

Meski berpotensi besar, Prabowo mengingatkan bahwa pengelolaan monasit bukan perkara mudah.

Proses ekstraksi logam tanah jarang membutuhkan teknologi tinggi, investasi besar, dan standar lingkungan yang ketat, Tanpa pengawasan yang memadai, pengelolaan bisa berisiko merusak ekosistem lokal.

Selain itu, potensi korupsi, konflik kepemilikan lahan, dan persaingan investasi asing menjadi tantangan serius dalam mewujudkan nilai ekonomi dari sumber daya ini. Pemerintah, kata Prabowo, harus memastikan agar seluruh proses pengelolaan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Monasit merupakan salah satu jenis logam tanah jarang (rare earth elements) yang sangat di butuhkan dalam industri modern, seperti baterai kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan teknologi pertahanan Negara-negara maju seperti Tiongkok dan Amerika Serikat telah menjadikan penguasaan logam tanah jarang sebagai prioritas strategis.

Baca Juga :  Diduga Menikah Saat Masih Beristri, Pemuka Agama Dilaporkan ke Polres Bogor

Jika di kelola secara mandiri, potensi monasit Indonesia bisa menjadi pilar baru penerimaan negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global teknologi tinggi.

“Kita tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, Nilai tambah harus terjadi di dalam negeri. Ini saatnya Indonesia berdiri di atas kekayaan alamnya sendiri,” ujar Prabowo.

Namun, Prabowo juga mengingatkan bahwa jika praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan SDA terus di biarkan, Indonesia justru bisa kehilangan potensi besar ini ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan memperketat penegakan hukum di sektor pertambangan, sekaligus mendorong hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam.

Kini, publik menunggu langkah konkret berikutnya: apakah seruan “Selamatkan 40.000 ton monasit” akan menjadi sekadar slogan politik, atau benar-benar di wujudkan dalam kebijakan nyata yang membawa manfaat bagi negara dan rakyat Indonesia.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

AL HARIS: PIALA GUBERNUR UPAYA TINGKATKAN KUALITAS OLAHRAGA JAMBI

Daerah

Pedagang Bendera Merah Putih Keluhkan Sepi Pembeli

Daerah

Walikota Alfin Terima Kunjungan Panitia Shalat Idul Adha 1447 H, Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Daerah

Bupati H. Adirozal Tandatangani MOU Pemkab Kerinci dan STIE Sak

Daerah

Wagub Sani Lepas 442 JCH Kloter BTH 22 Provinsi Jambi

Daerah

Bupati Tanjab Barat Terima Langsung Kunjungan BKKBN Provinsi Jambi Dalam Rangka Audensi

Advertorial

DPRD Provinsi Jambi Siap Bantu Masyakat Betung Soal Konflik Lahan

Kota Sungai Penuh

Wako AJB Terima Piagam WTP Dari Menteri Keuangan RI