JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono mengungkapkan bahwa tidak hanya empat penerbang tempur TNI Angkatan Udara (AU) yang tengah menjalani pelatihan di Perancis untuk menguasai jet tempur Rafale, tetapi juga teknisi pesawat.
Menurut Tonny, pelatihan tersebut sudah termasuk dalam paket kontrak pembelian Rafale yang di teken Indonesia dengan Dassault Aviation.
“Ya jadi semua sudah termasuk dalam kontrak, jadi dalam pembelian pesawat itu ada pelatihan dan Tidak hanya pilot yang di latih di sana tapi juga teknisi,” kata Tonny saat di temui di Lapangan Aldinor, Jakarta Selatan, Sabtu (27/9/2025).
Selain menyiapkan sumber daya manusia, TNI AU juga tengah membangun infrastruktur untuk menyambut kedatangan pesawat Rafale di tanah air, Rencananya, skuadron pertama jet tempur generasi 4,5 itu akan di tempatkan di Pekanbaru, Riau.
“Minggu lalu saya sudah ngecek ke sana dan semua on progress, bagus. Insya Allah awal tahun depan kita siap menerima kedatangan Rafale,” ujarnya.
Tonny menjelaskan, setelah empat penerbang yakni Letkol Pnb Binggi Nobel, Mayor Pnb Eri Nasrul Mahlidar, Mayor Pnb Arie Prasetyo, dan Mayor Pnb Yusuf Atmaraga berhasil menuntaskan latihan terbang solo, program pelatihan akan di perluas ke penerbang lain.
“Nanti akan ada lagi, karena cukup banyak kita beli pesawat. Sudah ada kontraknya, jadi pertama empat, nanti di dalam negeri juga di laksanakan (pelatihan), dan akan ada juga yang dilatih berikutnya di luar negeri,” jelasnya.
Sebagai informasi, Indonesia dan Dassault Aviation sebelumnya telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit Rafale pada 2022 dengan nilai mencapai 8,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp132 triliun.
Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersebut bisa bertambah seiring pembicaraan lanjutan dengan pihak Perancis.(*)







