Eksisjambi.com. Tanjab Timur – Isu yang berkembang setelah adanya pemberitaan terkait adanya dugaan pembangunan TK Aisyah yang berada di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara lebih kurang berjalan dua tahun kondisinya sempat terbengkalai alias mangkrak. Dalam hal ini pemerintah desa tersebut angkat bicara, Senin (14/4/2025).
Kepala Desa Pangkal Duri Abdul Wahab melalui Sekdes Ronal menjelaskan kepada awak media ini, mengenai pembangunan TK Aisyah pada dasarnya sempat kita stop, disebabkan ada petunjuk dari inspektorat dan pihak kejaksaan, menyangkut uang yang di alokasikan untuk pembangunan TK Aisyah malah terpakai mantan Bendahara berinisial AW.
” Sehingga untuk melanjutkan pembangunan TK Aisyah sesuai arahan dari Inspektorat dan pihak kejaksaan terpaksa kita pending duluh, bukan berarti bangunan tersebut mangrak dalam permasalah ini perlu kita luruskan jangan sampai salah persepsi terutama dalam pemberitaan,” ungkap Sekdes.
Dari beberapa laporan keuangan antara mantan bendahara AW dan operator sisekudes Zulkifli ada kejanggalan terutama keuangan yang ada di dalam rekening koran, data silpa yang diberikan Zulkifli dan mantan bendahara sebesar Rp, 417.742,863,10. Sedangkan di rekening koran asli yang saya cetak di Bank kcp Sabak Barat itu per Januari 2023 jumlah silpanya sebesar Rp, 181. 858..863.10.artinya ada selisih Rp 235.884.000.10.
Pada dasarnya untuk pembangunan TK Aisyah telah kita anggarkan melalui dana desa murni tahun anggaran 2023, akan tetapi karena laporan rekening koran yang saya mintak ke mantan bendahara ternyata yang diberikan rekening koran palsu, kita mengira dana silpa itu sebesar 417 malah sebaliknya diluar perkiraan dalam laporan mantan bendahara tersebut,” jelasnya
“Selama masa pencairan mantan bendahara malah memalsukan tanda tangan kades, sehingga dana murni otomatis terpakai untuk menutupi dana silpa dan itu terjadi tanpa sepengetahuan kami selaku Sekretaris Desa Pangkal Duri dampaknya pada pembangunan TK Aisyah terpaksa kita stop sementara, bukan berarti pembangunan tersebut mangrak. Namun itulah faktanya yang terjadi dilapangan,” ujarnya. (Mul).







