Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Minggu, 26 April 2026 - 19:12 WIB

Tradisi Pembuatan Pinisi di Bulukumba Diakui Dunia, Warisan Budaya Sarat Nilai Luhur

Oplus_131072

Oplus_131072

Bulukumba, http://Eksisjambi.com –  Tradisi pembuatan kapal Pinisi di Kabupaten Bulukumba merupakan warisan budaya turun-temurun yang telah di akui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Keahlian ini tidak hanya mencerminkan kecanggihan teknik maritim tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis, spiritual, dan sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Pembuatan kapal Pinisi di lakukan secara manual tanpa menggunakan gambar teknik modern. Para pengrajin, yang di kenal sebagai “punggawa” dan “sawi,” mengandalkan pengetahuan turun-temurun yang di wariskan dari generasi ke generasi. Ketelitian dan pengalaman menjadi kunci utama dalam merancang struktur kapal, mulai dari penentuan lunas hingga penyusunan rangka dan pemasangan papan.

Material utama yang di gunakan dalam pembuatan Pinisi adalah kayu besi (ulin) yang terkenal kuat dan tahan terhadap air laut. Pemilihan kayu di lakukan dengan penuh pertimbangan, tidak hanya dari segi kualitas, tetapi juga melalui proses adat yang di yakini membawa keselamatan bagi kapal dan awaknya.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Direktur dr.Iwan Suwindra, Terkait Tenaga Honorer RSU M.H.Thalib Yang Dirumahkan

Rangkaian proses pembuatan Pinisi juga di warnai dengan berbagai ritual adat. Setiap tahapan penting, seperti penebangan kayu, peletakan lunas, hingga penyelesaian kapal, di sertai doa dan upacara sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan harapan akan keselamatan pelayaran.

Salah satu momen paling sakral dalam tradisi ini adalah prosesi “anyorong lopi” atau peluncuran kapal ke laut. Ritual ini menjadi simbol puncak dari kerja keras para pengrajin sekaligus wujud syukur atas selesainya pembuatan kapal. Prosesi ini biasanya melibatkan masyarakat sekitar, memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan.

Baca Juga :  Basarnas Makassar Lanjutkan Pencarian Intensif Pesawat ATR 400 di Leang-leang Maros

Selain sebagai alat transportasi laut, kapal Pinisi juga menjadi identitas budaya masyarakat Bulukumba yang telah di kenal hingga mancanegara. Keberadaannya tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia sejak masa lampau.

Pengakuan dari UNESCO semakin menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini. Pemerintah daerah bersama masyarakat di harapkan terus berupaya mempertahankan kearifan lokal tersebut di tengah arus modernisasi, agar warisan budaya Pinisi tetap hidup dan di kenal oleh generasi mendatang.**

Share :

Baca Juga

Bangko

Kodim 0420/Sarko Peringatan Upacara HUT ke-80 TNI Tahun 2025
Gubernur Cup 2026

Daerah

Kabupaten Batanghari Taklukkan Kota Sungai Penuh 1-0 di Laga Perdana Gubernur Cup 2026

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Klaim Skin dan Hadiah Gratis Hari Ini

News

Aripin Sediakan Ambulance Gratis Buat Masyarakat

Bangko

Wabup A. Khafidh Lepas Semarak Pawai Ta’aruf MTQH ke-52 Merangin

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini 19 Agustus 2026

Bangko

Tabir Ulu Raih Prestasi Pada MTQ ke- 50 Tingkat Kabupaten Merangin

Advertorial

DPRD Tanjabtim Gelar Paripurna Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Fraksi Nota LPJ Kepala Daerah