http://Eksisjambi.com– Hubungan antara dua organisasi sepak bola terbesar dunia, UEFA dan FIFA, kembali memanas. UEFA menegaskan tetap melanjutkan boikot terhadap sejumlah agenda kompetisi FIFA dan menyatakan belum memulihkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sikap tersebut disampaikan UEFA meski sejumlah petinggi FIFA memberikan dukungan kepada Infantino dalam pertemuan yang berlangsung di Rabat, Maroko. Dukungan internal itu dinilai tidak cukup untuk mengubah posisi UEFA.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa langkah boikot tetap diberlakukan sebagai bentuk sikap atas persoalan tata kelola dan kepemimpinan di tubuh FIFA. Organisasi sepak bola Eropa itu juga menyatakan masih kehilangan kepercayaan terhadap cara Gianni Infantino memimpin federasi sepak bola dunia.
Menurut UEFA, hubungan antara kedua organisasi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Karena itu, berbagai bentuk kerja sama maupun partisipasi dalam agenda yang berkaitan dengan kompetisi FIFA masih akan ditinjau sesuai perkembangan situasi.
Di sisi lain, dukungan yang diterima Infantino dari sejumlah pejabat FIFA dalam pertemuan di Rabat disebut sebagai bentuk solidaritas internal. Namun, langkah tersebut tidak mengubah pandangan UEFA terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.
Ketegangan antara UEFA dan FIFA berpotensi memengaruhi koordinasi penyelenggaraan sejumlah agenda sepak bola internasional apabila tidak segera ditemukan titik temu antara kedua belah pihak.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari FIFA yang secara khusus menanggapi penegasan terbaru UEFA mengenai kelanjutan boikot tersebut.*







