Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Sabtu, 4 April 2026 - 08:16 WIB

Varian Baru COVID-19 ‘Cicada’ (BA.3.2) Picu Kekhawatiran Global

Varian baru COVID-19 BA.3.2 atau “Cicada” mulai menyebar global

Varian baru COVID-19 BA.3.2 atau “Cicada” mulai menyebar global

Dunia Kesehatan, http://Eksisjambi.com  – Dunia kembali di hadapkan pada perkembangan terbaru pandemi COVID-19 dengan munculnya varian baru yang di kenal sebagai BA.3.2 atau di juluki “Cicada”. Varian ini menjadi sorotan internasional setelah menunjukkan peningkatan penularan sejak akhir tahun 2024.

Meskipun pertama kali terdeteksi pada 2024, varian Cicada kini di laporkan menyumbang sekitar 30 persen dari total kasus di sejumlah negara Eropa Timur. Selain itu, varian ini juga telah terdeteksi di lebih dari 25 negara bagian di Amerika Serikat, menandakan penyebarannya yang cukup luas.

Para ahli di bidang virology menyebutkan bahwa BA.3.2 memiliki tingkat mutasi yang relatif tinggi. Kondisi ini memungkinkan virus untuk menghindari sebagian perlindungan yang di berikan oleh vaksin maupun kekebalan alami dari infeksi sebelumnya.

Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran akan potensi lonjakan kasus, terutama menjelang musim panas di beberapa wilayah.

Seorang ahli epidemiologi yang terlibat dalam pemantauan varian ini mengungkapkan bahwa kemampuan varian untuk menghindari respons imun menjadi faktor yang perlu di waspadai. Oleh karena itu, pemantauan dan pembaruan data secara berkala sangat diperlukan.

Baca Juga :  Indonesia Kuasai Produksi dan Cadangan Nikel Dunia

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention, gejala yang ditimbulkan oleh varian Cicada secara umum mirip dengan varian COVID-19 lainnya. Gejala tersebut meliputi:

  • Hidung berair atau tersumbat
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Nyeri otot atau pegal-pegal
  • Muntah
  • Diare
  • Perubahan indera penciuman atau perasa

Namun demikian, terdapat satu gejala khas yang cukup menonjol, yakni sakit tenggorokan yang sangat perih atau di kenal dengan istilah “razorblade throat”. Kondisi ini di laporkan cukup sering di alami oleh pasien yang terinfeksi varian BA.3.2.

Robert H Hopkins Jr, Direktur Medis dari National Foundation for Infectious Diseases, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Cicada menyebabkan penyakit yang lebih parah di bandingkan varian lain.

Menurutnya, meskipun gejala yang muncul cenderung mirip dengan flu biasa, sakit tenggorokan yang intens dapat menjadi pembeda utama. Gejala ini sering muncul bersamaan dengan tanda-tanda umum COVID-19 lainnya.

CDC juga menegaskan bahwa gejala COVID-19 sering kali sulit di bedakan dari flu tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Namun, terdapat beberapa indikator yang bisa menjadi acuan, antara lain:

  1. Hilangnya kemampuan mencium bau atau mengecap rasa yang berlangsung lama
  2. Sesak napas atau kesulitan bernapas
Baca Juga :  DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Kanuhai & Expo Spektakuler

Selain itu, masa inkubasi juga berbeda. Flu biasanya menunjukkan gejala dalam 1–4 hari setelah terpapar, sementara COVID-19 dapat muncul dalam rentang 2–5 hari hingga maksimal 14 hari.

Kemunculan varian Cicada memunculkan kekhawatiran akan potensi gelombang baru pandemi. Kemampuan mutasi yang tinggi serta potensi penghindaran terhadap sistem kekebalan membuat varian ini lebih sulit di kendalikan.

Masyarakat di imbau untuk tetap waspada, mengenali gejala sejak dini, serta segera melakukan tes jika mengalami tanda-tanda yang mengarah pada infeksi COVID-19. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan anjuran otoritas setempat juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran lebih lanjut.

Para ahli kesehatan global saat ini terus memantau perkembangan varian BA.3.2 guna memahami dampaknya terhadap efektivitas vaksin dan dinamika pandemi ke depan.

Dengan penyebaran yang cepat dan karakteristik unik yang di milikinya, varian Cicada menjadi tantangan baru dalam upaya pengendalian COVID-19 secara global.**

Share :

Baca Juga

Internasional

Rupiah Mulai Menguat, Jauh dari Ancaman Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Daerah

Wawako H Zulhelmi Ikuti Prosesi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjabtimur
UMP DKI Jakarta 2026

Daerah

KSPI Menolak Kenaikan Upah Minimum DKI Jakarta

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Terima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi

Daerah

Hujan Satu Jam , Sungai Ulu air di Hantam Air Bah

Bangko

Wabup A. Khafidh Berharap PMR Dapat Membentuk Insan Yang Menjunjung Tinggi Kebersamaan

Daerah

Pengibaran Merah Putih di Puncak Tertinggi Sumatra, Sambut HUT ke-80 RI
Sekda Hermansyah menyampaikan LKPJ Bupati Tanjung Jabung Barat Tahun Anggaran 2025

Daerah

Sekda Hermansyah Paparkan LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna Pertama DPRD Tahun 2026