Kerinci,http://Eksisjambi.com – Setelah sempat membaik selama beberapa bulan terakhir, kondisi air Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali mengalami kekeruhan. Perubahan ini di duga kuat akibat aktivitas galian C ilegal yang kembali beroperasi di kawasan hulu sungai.
Informasi yang di himpun menyebutkan, aktivitas penambangan material seperti pasir di wilayah Siulak yang sebelumnya sempat ditutup kini kembali berjalan. Ironisnya, limbah hasil galian di duga di buang langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan, sehingga mencemari air yang di gunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat Sungai Batang Merao merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, baik untuk konsumsi, pertanian, maupun aktivitas domestik lainnya.
Aktivis lingkungan, Kusnadi, menegaskan bahwa aktivitas galian C di wilayah Siulak yang sebelumnya telah di tindak kini kembali berulah. Ia menyayangkan lemahnya pengawasan sehingga praktik yang merusak lingkungan tersebut bisa kembali terjadi.
“Kegiatan galian C ini sebelumnya sudah sempat di tutup, namun sekarang kembali beroperasi dan berdampak langsung terhadap kualitas air sungai. Ini sangat merugikan masyarakat,” ujar Kusnadi.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan berencana segera melaporkan kembali aktivitas tersebut kepada pihak berwenang. Kusnadi juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk bertindak tegas terhadap pelaku penambangan ilegal yang merusak lingkungan.
“Kami akan segera menindaklanjuti dengan laporan resmi. Ini tidak bisa di biarkan karena menyangkut kelestarian lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas galian C yang di duga kembali beroperasi tersebut. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dan tegas agar kondisi sungai dapat kembali pulih seperti sebelumnya.**







