Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / News

Senin, 13 April 2026 - 13:22 WIB

Warga Resah! Air Batang Merao Keruh Lagi, Aktivitas Galian C Ilegal Disorot

Kondisi air Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh

Kondisi air Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh

Kerinci,http://Eksisjambi.com  –  Setelah sempat membaik selama beberapa bulan terakhir, kondisi air Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali mengalami kekeruhan. Perubahan ini di duga kuat akibat aktivitas galian C ilegal yang kembali beroperasi di kawasan hulu sungai.

Informasi yang di himpun menyebutkan, aktivitas penambangan material seperti pasir di wilayah Siulak yang sebelumnya sempat ditutup kini kembali berjalan. Ironisnya, limbah hasil galian di duga di buang langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan, sehingga mencemari air yang di gunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat Sungai Batang Merao merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, baik untuk konsumsi, pertanian, maupun aktivitas domestik lainnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV Fadli Sudria Sambut kepulangan Jamaah Haji Provinsi Jambi kloter 25

Aktivis lingkungan, Kusnadi, menegaskan bahwa aktivitas galian C di wilayah Siulak yang sebelumnya telah di tindak kini kembali berulah. Ia menyayangkan lemahnya pengawasan sehingga praktik yang merusak lingkungan tersebut bisa kembali terjadi.

“Kegiatan galian C ini sebelumnya sudah sempat di tutup, namun sekarang kembali beroperasi dan berdampak langsung terhadap kualitas air sungai. Ini sangat merugikan masyarakat,” ujar Kusnadi.

Ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan berencana segera melaporkan kembali aktivitas tersebut kepada pihak berwenang. Kusnadi juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk bertindak tegas terhadap pelaku penambangan ilegal yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Santuni 2.000 Anak Yatim dan Difabel pada Peringatan 10 Muharram

“Kami akan segera menindaklanjuti dengan laporan resmi. Ini tidak bisa di biarkan karena menyangkut kelestarian lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas galian C yang di duga kembali beroperasi tersebut. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dan tegas agar kondisi sungai dapat kembali pulih seperti sebelumnya.**

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Mewakili Ketua DPRD,Ketua Komisi II DPRD Hadir diPeringatan HUT Provinsi Jambi ke-68 di Tanjung Jabung Barat

Daerah

Lukisan “Kuda Api” Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Administrator Dan Pengawas 

Advertorial

Wako Alfin : Normalisasi DAS Batang Merao untuk Antisipasi Banjir dan Tingkatkan Pariwisata

Nasional

SDM Jadi Fondasi Utama Hilirisasi di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur

Bangko

Ratusan Miras Digilas Menggunakan Alat Berat Di Mapolres Merangin
ikan terdampar di pantai kota buol

Daerah

Ribuan Ikan Ditemukan Terdampar di Pantai Kota Buol, Warga Geger

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Pisah Sambut Kejari Sungai Penuh