Home / Advertorial / Internasional / Nasional / Nasional / News

Senin, 18 Agustus 2025 - 17:48 WIB

Ketua DPD RI: Asta Cita Harus Sentuh Daerah 3T

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, Ekdisjambi.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum mempertegas makna kemerdekaan yang sejati. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, melainkan terwujudnya keadilan pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Kemerdekaan sejati baru terasa ketika seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di daerah 3T, merasakan pemerataan ekonomi, akses kesehatan, dan infrastruktur yang layak,” ujar Sultan Baktiar Najamudin dalam pernyataannya, Minggu (17/8).

Sultan menyoroti bahwa kebebasan politik tidak cukup bila tidak diikuti dengan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Ia mencontohkan pentingnya demokrasi substansial yang berpihak pada rakyat, daerah, dan ekologi, sebagaimana gagasannya dalam buku Green Policing.

“Demokrasi kita harus lebih substansial: tidak hanya prosedural, melainkan berpihak pada daerah, ekologi, dan generasi mendatang,” tambahnya.

Baca Juga :  Gunung Ili Lewotolok di NTT Kembali Erupsi

Menurut Sultan, arah pembangunan Indonesia di tengah krisis iklim global harus memasukkan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan. Ia menekankan pentingnya percepatan pembahasan RUU Pemerintahan Daerah (RUU Pemda) dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas, sebagai instrumen memperkuat otonomi serta akuntabilitas daerah.

“RUU Pemda harus memastikan pemerataan fiskal, perbaikan layanan dasar, dan partisipasi aktif masyarakat lokal. Banyak daerah masih merasakan ketertinggalan dari pusat, karena itu kewenangan dan anggaran harus jelas agar pembangunan terasa nyata,” tegasnya.

Dalam konteks sinergi pusat dan daerah, Sultan menekankan perlunya langkah terpadu pada bidang ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur. “Kita harus mendorong pemerataan investasi, memperkuat UMKM, menjamin akses fasilitas kesehatan dasar, serta mempercepat pembangunan jalan, pelabuhan, dan konektivitas internet. Sinergi pusat-daerah harus berbasis kolaborasi, bukan sekadar retorika,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI Kunjungi Jambi Bahas Masalah KUHAP

Lebih jauh, Sultan juga menyoroti pentingnya implementasi Asta Cita sebagai peta pemerataan pembangunan yang harus diturunkan sampai ke level daerah, termasuk 3T. “Asta Cita bukan sekadar janji politik. Ini spektrum pemerataan dari pangan, energi bersih, pendidikan, kesehatan, maritim, hingga konektivitas yang harus benar-benar kami kawal di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan DPD RI memiliki peran strategis sebagai pengawas sekaligus pengawal janji-janji pembangunan agar terwujud nyata bagi masyarakat.

Menutup pernyataannya, Sultan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu mempercepat pemerataan pembangunan, sejalan dengan tema peringatan kemerdekaan tahun ini: “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

“Mari jadikan HUT ke-80 ini sebagai momentum mempercepat pemerataan, menjadikan Indonesia yang lebih adil, hijau, dan bersatu untuk seluruh wilayah,” pungkasnya.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati H.Adirozal Hadiri Pembukaan MTQ Ke-52 Tingkat Provinsi

Advertorial

Ketua DPRD Provinsi Jambi Hadiri Peresmian Gedung Kejaksaan

Advertorial

Kadis Hermendizal : Pembangunan RSU Pratama  Tipe D Bukit Kerman dipastikan Segera Rampung 
Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh menggelar RDP Dengan Pengusaha Travel

Daerah

Komisi III DPRD Sungai Penuh Gelar RDP Bahas Kenaikan Tarif Travel
Istana Balon di Kota Sungai Penuh Makan Korban

Daerah

Kronologis Anak 7 Tahun Meninggal Usai Terjebak di Dalam Istana Balon di Kota Sungai Penuh

News

Orang Berumur 87 Lepaskan Gelombang Sebelum Ajal

Advertorial

Gubernur Alharis Resmi Buka MTQ Ke-53 Tingkat Provinsi Jambi
Festival Budaya Kurintji 2025

Daerah

Festival Budaya Kurintji 2025 Hadirkan Pengalaman Magis Lewat Tari Aseik, Warga Terhanyut dalam Energi Tradisi