Eksisjambi.com- Memasuki agenda utama rangkaian pertemuan ASEAN+3 di Milan, Italia, para Menteri Keuangan dari sepuluh negara anggota @asean, ditambah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, berkumpul dalam forum Finance Ministers’ Fiscal Exchange. Kami bertukar pikiran mengenai penguatan kebijakan fiskal, sebuah instrumen penting bagi setiap negara untuk mewujudkan aspirasi pembangunannya.
Pada sesi pertama, para delegasi menyimak paparan hasil studi kasus dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang secara khusus menyoroti peran kebijakan fiskal di masing-masing negara anggota dalam mendorong pertumbuhan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal. Seperti yang kita ketahui, setiap negara tentunya memiliki kondisi domestik yang berbeda-beda.
Dalam kesempatan tersebut, saya menyampaikan pentingnya tidak hanya memahami “apa” kebijakan fiskal yang ideal, tetapi juga “bagaimana” cara efektif untuk mengimplementasikannya. Pembelajaran dari pengalaman negara lain dalam menghadapi tantangan domestik dapat menjadi kunci untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Forum ini juga diisi dengan pemaparan pengalaman Tiongkok dalam melakukan pendekatan restrukturisasi utang pemerintah daerah. Selain itu, kami juga belajar dari keberhasilan Vietnam dalam meningkatkan skor PISA melalui belanja pendidikan yang efektif.
Di tengah ketidakpastian global akibat proteksi tarif perdagangan, forum ASEAN+3 semakin menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi contoh bagi dunia dalam penerapan praktik kebijakan yang tepat.
Apresiasi pun saya sampaikan kepada Malaysia dan Tiongkok atas keketuaan mereka selama masa-masa penuh dinamika ini. Semoga kerja sama ASEAN+3 dapat terus diperkuat demi kesejahteraan seluruh negara anggota.(*)







