Jakarta, http://Eksisjambi.com– Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas dalam upaya memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi tepat sasaran.
Sebanyak 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan resmi di blokir karena terindikasi melakukan aktivitas mencurigakan dalam pembelian Solar dan Pertalite.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa pemblokiran di lakukan setelah pihaknya menemukan pola transaksi yang tidak wajar mengarah pada potensi penyalahgunaan BBM subsidi.
Dengan pemblokiran tersebut, kendaraan yang masuk dalam daftar hitam itu tidak lagi dapat melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi di seluruh SPBU.
“Langkah pemblokiran ini kami lakukan untuk memastikan BBM subsidi benar-benar di gunakan oleh masyarakat yang berhak. Kami tidak ingin ada celah penyalahgunaan yang merugikan negara maupun masyarakat,” tegas Mars Ega.
Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pengawasan distribusi terus di perkuat melalui penerapan sistem QR Code dalam pembelian Solar dan Pertalite bersubsidi.
Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau konsumsi setiap kendaraan secara real-time, termasuk mendeteksi transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Implementasi QR Code juga di harapkan dapat mendorong masyarakat agar melakukan registrasi kendaraan mereka secara benar dan transparan dalam program subsidi tepat.
Pertamina memastikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menciptakan distribusi BBM yang lebih adil, efisien, dan akuntabel.
Dengan adanya pemblokiran masif ini, Pertamina mengimbau seluruh pemilik kendaraan agar tidak melakukan praktik penimbunan, pengoplosan, atau bentuk penyalahgunaan lainnya.
Perusahaan juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku yang terbukti melakukan kecurangan.
Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan tidak segan melakukan tindakan serupa bila di temukan aktivitas mencurigakan di kemudian hari.(*)







