EksisJambi.com- Jepang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam dunia teknologi informasi. Para peneliti dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) berhasil mencetak rekor dunia terbaru dengan kecepatan transfer data internet mencapai 1,02 petabit per detik (1,02 juta Gbps).
Angka ini menandai pencapaian luar biasa yang mampu mengungguli kecepatan jaringan internet global saat ini dengan selisih yang signifikan,(29/06/2025).
Rekor ini diraih melalui pengembangan dan pengujian jaringan fiber optik 19-core, jenis kabel serat optik yang secara teknis tidak jauh berbeda dari kabel yang digunakan dalam layanan internet rumahan. Namun, berkat teknologi canggih dan pendekatan inovatif, kabel ini mampu mentransmisikan data dalam jumlah masif dengan efisiensi luar biasa.
Keberhasilan ini tak lepas dari pemanfaatan teknologi wavelength division multiplexing (WDM). Teknologi ini memungkinkan pengiriman data melalui banyak saluran cahaya dalam satu serat optik secara bersamaan. Dalam uji coba ini, para peneliti menggunakan jumlah panjang gelombang yang sangat tinggi untuk mengalirkan data secara paralel, sehingga secara signifikan meningkatkan kapasitas total transmisi.
“Penggunaan WDM dalam jaringan 19-core memungkinkan kami mentransmisikan data dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan hanya terobosan dalam kecepatan, tapi juga efisiensi,” ujar salah satu peneliti utama NICT dalam rilis resminya.
Meski saat ini teknologi tersebut masih berada dalam tahap pengujian laboratorium, para ahli percaya bahwa temuan ini akan menjadi fondasi bagi masa depan jaringan internet global, khususnya dalam mendukung pengembangan teknologi AI, metaverse, data center skala besar, hingga layanan streaming ultra HD dan 8K.
Kecepatan sebesar 1,02 petabit per detik setara dengan mentransfer lebih dari 127.500 gigabyte data per detik, atau setara dengan mengunduh lebih dari 10 juta film definisi tinggi hanya dalam waktu satu detik.
Meski demikian, tantangan implementasi di lapangan masih cukup besar. Diperlukan infrastruktur yang mendukung, biaya yang tinggi, serta adaptasi perangkat keras dan lunak untuk mampu mengimbangi kecepatan transfer tersebut. Namun NICT menyatakan optimis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, teknologi ini dapat diadopsi secara luas, setidaknya untuk backbone jaringan dan pusat data berskala besar.
Dengan pencapaian ini, Jepang kembali menunjukkan dominasinya dalam pengembangan teknologi komunikasi. Rekor ini menjadi dorongan besar bagi industri TIK Jepang, yang terus berlomba dengan negara-negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika Serikat dalam hal inovasi jaringan.
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menyambut positif pencapaian ini, dan menyebutnya sebagai “lompatan besar dalam transformasi digital nasional.”ungkapnya.
Dengan capaian luar biasa ini, dunia kini menatap Jepang sebagai pelopor generasi baru teknologi internet ultra cepat. Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat kita akan menyaksikan perubahan revolusioner dalam cara manusia berinteraksi, bekerja, dan berbagi informasi melalui jaringan digital.(*)







