Prancis, http://Eksisjambi.com – Komunitas aviasi internasional di buat takjub oleh penampakan visual tiga jet tempur Dassault Rafale yang tengah melakukan manuver uji terbang di fasilitas Dassault Aviation, Mérignac, Prancis. Yang menjadi sorotan utama, pada bagian sirip ekor (tail fin) pesawat tempur generasi 4,5 tersebut terpampang jelas bendera Merah Putih, menegaskan identitasnya sebagai armada resmi milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Momen bersejarah ini mendapat perhatian luas dari media pertahanan global. Salah satunya media asing Zona Militar yang menyoroti proses lepas landas ketiga jet Rafale tersebut sebagai bukti keseriusan sekaligus kecepatan Dassault Aviation dalam memenuhi kontrak pengadaan dengan Indonesia. Menariknya, proses uji terbang ini di lakukan kurang dari satu bulan setelah para pilot TNI AU menyelesaikan program pelatihan intensif di Prancis.
Secara visual, kontras antara cat abu-abu taktis khas Rafale dengan bendera Merah Putih yang mencolok di ekor pesawat memicu decak kagum para pengamat militer dunia. Banyak analis menilai hal tersebut sebagai sinyal kuat bahwa pesawat-pesawat ini telah memasuki tahap akhir sebelum di kirim ke Indonesia, sekaligus menandai kesiapan operasional armada tempur baru TNI AU.
Sesuai pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, gelombang pertama yang terdiri dari tiga unit Rafale F4 di jadwalkan akan mendarat di Indonesia pada Februari atau Maret 2026. Kedatangan jet tempur buatan Prancis tersebut akan menjadi tonggak penting modernisasi alutsista TNI AU, khususnya dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara nasional.
Pengiriman awal ini merupakan bagian dari total kontrak pengadaan 42 unit Dassault Rafale yang akan di terima Indonesia secara bertahap. Kehadiran Rafale F4, yang di bekali teknologi avionik mutakhir, kemampuan peperangan elektronik canggih, serta fleksibilitas misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat, di yakini akan menandai di mulainya era baru dominasi udara Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Dengan masuknya Rafale ke dalam jajaran tempur TNI AU, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya tangkal pertahanan udara, tetapi juga memperkuat posisi strategisnya sebagai kekuatan udara yang di segani di kawasan regional maupun internasional.**







