Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:16 WIB

Bandara Sultan Thaha: Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan Daerah

Oplus_131072

Oplus_131072

Jambi,http://Eksisjambi.com  –  Wacana peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional kembali mendapat sorotan. Guru Besar Universitas Jambi sekaligus Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi, Prof. Dr. H. Haryadi, menilai keberadaan bandara internasional bukan sekadar kebutuhan sektor transportasi, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang Provinsi Jambi.

Menurut Haryadi, dalam era ekonomi modern, daya saing suatu daerah sangat ditentukan oleh tingkat konektivitasnya dengan dunia luar. Daerah yang memiliki akses internasional cenderung lebih mudah menarik investasi, wisatawan, teknologi, dan sumber daya manusia berkualitas. Sebaliknya, keterbatasan konektivitas dapat meningkatkan biaya ekonomi dan menghambat peluang pertumbuhan.

“Pembahasan mengenai Bandara Sultan Thaha sebagai bandara internasional sesungguhnya bukan hanya soal penerbangan, tetapi menyangkut arah pembangunan Jambi dalam beberapa dekade mendatang,” ujarnya.

Jambi Dinilai Tertinggal dalam Konektivitas Internasional

Haryadi menyoroti posisi strategis Jambi yang berada di tengah Pulau Sumatera. Namun hingga kini, Provinsi Jambi menjadi satu-satunya wilayah di kawasan tersebut yang belum memiliki bandara internasional aktif.

Di sekeliling Jambi terdapat sejumlah bandara internasional yang telah menjadi pintu gerbang ekonomi dan pariwisata regional, seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Bandara Internasional Minangkabau, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara Hang Nadim, serta Bandara Kualanamu.

“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apakah Jambi memang tidak membutuhkan bandara internasional atau selama ini kebutuhan tersebut belum diperjuangkan secara optimal,” katanya.

Potensi Ekonomi Jambi Terus Berkembang

Secara ekonomi, Haryadi menilai Jambi memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mendukung konektivitas internasional. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi telah melampaui Rp300 triliun per tahun dengan sektor unggulan seperti perkebunan, pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa.

Baca Juga :  Wako AJB & Jajaran Pemkot Ziarah ke Makam Pendiri Kota Sungai Penuh, H. Fuazi Siin

Jambi juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil utama kelapa sawit, karet, pinang, serta berbagai komoditas ekspor lainnya. Seiring dorongan hilirisasi industri yang terus dilakukan pemerintah, kebutuhan akses pasar internasional diperkirakan akan semakin meningkat.

Selain itu, Bandara Sultan Thaha saat ini melayani lebih dari satu juta penumpang setiap tahun dan menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di Provinsi Jambi.

Pariwisata Berkelas Dunia Butuh Dukungan Akses

Haryadi menilai sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang akan memperoleh manfaat besar apabila Bandara Sultan Thaha berstatus internasional.

Provinsi Jambi memiliki sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal hingga tingkat global, seperti Kompleks Percandian Muaro Jambi yang merupakan kawasan percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, Taman Nasional Kerinci Seblat yang berstatus Warisan Dunia UNESCO, Geopark Merangin yang tengah menuju pengakuan global, serta Gunung Kerinci yang menjadi tujuan favorit pendaki mancanegara.

Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada minimnya destinasi wisata, melainkan pada aksesibilitas menuju destinasi tersebut.

“Dalam ekonomi pariwisata, wisatawan tidak hanya membeli keindahan, tetapi juga membeli kemudahan,” ungkapnya.

Dukung Haji, Umrah, Pendidikan dan Kesehatan

Status internasional juga dinilai penting untuk mendukung pelayanan jamaah haji dan umrah. Sebagai embarkasi haji, Jambi setiap tahun memberangkatkan ribuan jamaah, sementara jumlah jamaah umrah mencapai puluhan ribu orang.

Baca Juga :  Kota Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional Penurunan Stunting 2026

Dengan adanya penerbangan internasional langsung, masyarakat dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan yang selama ini harus melalui kota lain.

Di sektor pendidikan, mobilitas akademisi dan mahasiswa internasional juga diperkirakan meningkat. Perguruan tinggi seperti Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi terus memperluas kerja sama internasional yang membutuhkan dukungan konektivitas udara yang memadai.

Selain itu, kebutuhan perjalanan masyarakat Jambi ke pusat layanan kesehatan di Malaysia juga menjadi indikator tingginya mobilitas internasional yang selama ini belum sepenuhnya terfasilitasi.

Dibutuhkan Sinergi Semua Pihak

Meski demikian, Haryadi mengakui bahwa peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional membutuhkan berbagai persiapan, mulai dari infrastruktur, fasilitas imigrasi, karantina, kepabeanan, keamanan penerbangan, hingga dukungan pemerintah pusat.

Namun ia menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan.

Menurutnya, keberhasilan berbagai daerah dalam memperoleh proyek strategis nasional sering kali ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Menyongsong Indonesia Emas 2045

Haryadi menegaskan bahwa dalam perspektif Indonesia Emas 2045, konektivitas internasional menjadi kebutuhan strategis bagi daerah yang ingin berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru.

Ia mengingatkan bahwa yang diperjuangkan bukan sekadar perubahan status sebuah bandara, melainkan masa depan Jambi secara keseluruhan.

“Ketika daerah-daerah lain membuka pintu menuju dunia, Jambi tidak boleh terus berdiri di ruang tunggu pembangunan. Membuka langit Jambi sesungguhnya adalah membuka jalan bagi generasi mendatang untuk terbang lebih tinggi,” tegasnya.**

Share :

Baca Juga

Satu -Satunya Burung Bakicau yang Bisa Bertahan Dalam Air

Daerah

Burung Dipper, Satu-satunya Burung Pengicau yang Mampu Menyelam di Sungai Deras

Advertorial

Hari Bhayangkara ke 78, Polda Jambi Gelar Kegiatan Anjangsana

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Membuka Kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester II Tahun 2023

Advertorial

Bupati Tanjung Jabung Barat Resmi Membuka Pencanangan Bulan Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan

Daerah

Kenduri Sko Dua Desa Tebat Ijuk di Hadiri Gubernur jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Alharis Buka Lomba Melukis Tingkat Anak
PMGC 2025

Internasional

Hari Ketiga PMGC 2025 Grand Finals, Penentuan Juara Dunia PUBG Mobile Dimulai
Polda Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa

Daerah

Polda Jambi Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa