Home / Bangko / News / Politik

Jumat, 11 Oktober 2024 - 07:40 WIB

Ramai-ramai Politisi Partai Pendukung SUKA, Hijrah ke MeNaWan Mereka Nilai Nalim-Nilwan yang Tepat Pimpim Merangin

Politisi partai yang beralih dukung Menawan. (Tim)

Merangin, eksisjambi.com — Ramai-ramai politisi hingga ketua partai pengusung pasangan calon bupati Merangin Syukur-Khafied (Suka), hijrah justru memilih mendukung rivalnya pasangan calon bupati Nalim-Nilwan (Menawan). Ada apa ini?

Hijrahnya para politisi partai pengusung Suka itu, terlihat saat pelantikan Tim Pemenangan Menangkan Nalim-Nilwan (Menawan) untuk Kecamatan Pamenang induk di Gedung Olahraga dan Seni Desa Pauh Menang pada Kamis 10/10/2024.

Zainuri Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Merangin yang partainya mengusung Suka pada Pilkada Serentak 2024 di Merangin, secara terang-terangan bersikap mendukung Menawan.

‘’Saya ketua Partai DPC Hanura Kabupaten Merangin menjatuhkan sikap dari DPP untuk mengusung Syukur, tapi  saya no. Karena apa? Saya komitmen kalau A tetap A dari awal saya mendukung Nilwan sampai akhir tetap Nilwan,’’ujar Zainuri.

Putra asli Pamenang  itu menegaskan, dirinya bukan penghianat partai, tapi dirinya tidak perlu dengan orang yang sombong. Percuma dia (Syukur, red) artis, dia memang gagah dan ganteng, tapi kalau dia sombong untuk apa.

‘’Satu kali saja saya tidak pernah disapa Syukur, apalagi mengajak ngopi, sama sekali tidak pernah. Untuk apa saya mendukung dia, terus terang saya tidak menjelek-jelek itu bukti,’’terang Zainuri.

Ketua DPC Hanura Merangin itu mengajak semua masyarakat Merangin khususnya warga Pamenang untuk bersama-sama pada Rabu, 27 November 2024 mencoblos nomor 01, coblos Nalim-Nilwan.

Politisi lainnya yang partainya mengusung Suka, tapi dirinya pilih memenangkan Nalim-Nilwan adalah Lilik Gunawan. Politisi PKS itu mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih mendukung pasangan calon bupati Nalim-Nilwan.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Bersama Forkopimda Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

‘’Walaupun partai saya PKS mendukung Pak Syukur, saya sama dengan Pak Zainuri yang partainya Hanura mendukung Syukur, tapi kami pilih tetap Menawan. Apapun resikonya saya siap menanggung,’’tegas Lilik Gunawan.

Bagi Lilik figur Nalim dan Nilwan mempunyai kisah yang sangat bearti baginya. Lilik Gunawan dan Nilwan Yahya pernah sama-sama menajadi anggota DPRD Merangin, sehingga tahu betul dengan Nilwan.

Sedangkan dengan H Nalim, Lilik mengaku dari sejak awal pencalonan Nalim-HBH sudah mengawalnya sampai pada akhirnya perjuangan itu berhasil dan menjadikan pasangan bupati Merangin periode 2008-2013.

‘’Saya paham betul dengan Pak Nalim. Beliau kalau mau mengambil kebijakan selalu bertanya ke banyak orang. Kalau ini bagaimana, kalau itu bagaimana. Pak Nalim tidak mengambil keputusan sendiri,’’jelas Lilik Gunawan.

Nilwan terang Lilik, orangnya sangat cekatan, begitu ada warga di Tabir yang mengeluh jalannya rusak, tidak pakai menunggu nanti dianggarkan atau nanti disurvei dulu, tapi langsung mendatangtkan alat beratnya mengerjakan jalan tersebut satu bulan menjadi lancar dilalui warga.

‘’Kalau Pak Nalim dan Pak Nilwan sudah berpasangan, satu orang mengambil kebijakan yang mau bertanya, mau menampung aspirasi, kemudian berpasangan dengan eksekutor.  Apalagi yang kurang, ya Allah Merangin akan  lebih baik ke depannya,’’terang Pria yang ke Mekah pernah menggunakan sepeda motor tersebut.

Baca Juga :  Direktur Perumda Tirta khayangan Turun Langsung Pemasangan Pipa air baku intake di Kumun Debai

Politisi lainnya Handayani. Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Merangin itu meskipun partainya mengusung Syukur-Khafied (SUKA) tapi dia pilih mendukung Nalim-Nilwan.

Bahkan Handayani juga mengajak Agus Manto, calon wakilnya pada rencana pencalonan bupati Merangin di Pilkada Serentak 2024 di Merangin, untuk bersama-sama memenangkan Nalim-Nilwan.

‘’Saya dukung Pak Nalim-Nilwan karena visi misi mereka sama dengan visi misi kami. Baik Pak Nalim maupun Pak Nilwan telah terbukti berbuat untuk Kabupaten Merangin,’’terang Handayani.

Hal yang sama juga dilakukan Sutarko, politisi PDIP yang partainya mengusung pasangan calon bupati Syukur-Khafied (SUKA). Sutarko menyebut dirinya dan kawan-kawan di PDIP yang ‘menyeberang’ ke Menawan sebagai Banteng Liar.

‘’Pak Nalim dan Pak Nilwan itu yang pas memimpin Merangin. Kami di Pamenang jaman Pak Nalim jadi bupati seperti ‘di anak emaskan’. Begitu juga dengan Pak Nilwan yang dulu teman saya sama-sama jadi anggota DPRD Merangin,’’jelas Sutarko.

Tidak hanya itu, politisi lainnya yang partainya mengusung SUKA, tapi dirinya pilih Menangkan Nalim-Nilwan adalah Badri Husin. Politisi PKS itu, malah menjadi Direktur Media Center Nalim-Nilwan (Menawan).

Begitu juga dengan Jarmin yang pada Pilkada sebelumnya berpasangan dengan Fauzi Anshori, sekarang pilih Menangkan Nalim-Nilwan (Menawan). ‘’Nalim-Nilwan itu pemimpin yang tidak minta dilayani tapi melayani,’’terangnya.   *Bas.R*    (TIM)

Share :

Baca Juga

Pertamina Apresiasi Langkah Tegas Bareskrim Polri

Daerah

Pertamina Apresiasi Langkah Tegas Bareskrim Polri Tindak Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Daerah

Dimas Cahya Kusuma Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kabupaten Tebo Periode 2024-2029
Festival Budaya Kerinci

Advertorial

Pemkab Kerinci Matangkan Persiapan Festival Budaya 2025 Bertema “Balik Ku Dahin”
Kode Redeem FF

Daerah

Berikut Daftar Kode Redeem Free Fire (FF) terbaru untuk 1 Februari 2026 

Advertorial

Resepsi Kenegaraan HUT ke-80 RI Provinsi Jambi
Hutama karya

Daerah

Hutama Karya Perkuat Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten

Daerah

Dinas PUPR Kerinci Kerahkan Satu Unit Alat Berat, Bersihkan Longsor di Desa Baru Sungai Deras.

Internasional

Indonesia Kuasai Produksi dan Cadangan Nikel Dunia