Home / Internasional / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:23 WIB

Presiden Prabowo : Belanda Ambil Kekayaan Indonesia Setara Rp 502 Ribu Triliun Selama Penjajahan

Eksisjambi.com-  Dalam Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan pentingnya pemahaman sejarah dalam membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi bangsa. Dalam pidatonya saat membuka pameran pertahanan Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Presiden mengungkapkan bahwa selama masa penjajahan, Belanda telah mengambil kekayaan Indonesia senilai US$ 31 triliun, atau setara dengan sekitar Rp 502 ribu triliun jika dikonversikan menggunakan kurs saat ini yakni Rp 16.200 per dolar AS.

Menurut Presiden Prabowo, angka fantastis tersebut menunjukkan betapa besar dampak eksploitasi kolonial terhadap kekayaan bangsa. Ia menegaskan bahwa nilai tersebut bahkan 18 kali lebih besar dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini, yang berada di kisaran US$ 1,5 triliun.

“Bayangkan, kalau kita bisa mempertahankan kekayaan itu sejak awal kemerdekaan, Indonesia hari ini mungkin sudah menjadi kekuatan ekonomi besar dunia,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan, termasuk delegasi asing dan para pelaku industri pertahanan.

Baca Juga :  Indonesian Tandatangani Kontrak Pembelian Rudal BrahMos India 

Ia juga menyoroti fakta sejarah bahwa selama masa penjajahan di Nusantara, Belanda sempat tercatat sebagai negara dengan GDP per kapita tertinggi di dunia. Menurutnya, fakta ini tak lepas dari eksploitasi sumber daya alam dan manusia Indonesia secara sistematis selama lebih dari tiga abad kolonialisasi.

Namun demikian, Presiden Prabowo juga mengakui bahwa pernyataan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama dalam hal sumber data dan metode perhitungannya. Ia menyebut bahwa estimasi tersebut bersumber dari berbagai studi sejarah dan ekonom, tetapi belum menjadi angka yang secara resmi diakui dalam forum internasional.

Pernyataan ini menuai perhatian luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dari pengamat luar yang tertarik pada diskursus dekolonisasi dan keadilan sejarah. Sejumlah akademisi menilai, langkah Presiden Prabowo membuka wacana semacam ini penting untuk mendorong penguatan nasionalisme sekaligus menyoroti perlunya reparasi sejarah atau pengakuan atas kerugian kolonial.

Baca Juga :  Sekda Alpian Hadiri Pengecatan Perdana Rumah Warga

Sementara itu, pengamat ekonomi dan sejarah menilai bahwa mengkaji ulang dampak ekonomi kolonial secara akademis dan transparan adalah langkah yang strategis, apalagi jika disertai dengan pendekatan data dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

Indo Defence 2025 sendiri merupakan ajang pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbesar di Asia Tenggara, yang tahun ini kembali digelar dengan melibatkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri. Dalam forum ini, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian industri pertahanan nasional sebagai bagian dari strategi membangun kekuatan dan martabat bangsa secara utuh, termasuk dari sisi ekonomi dan sejarah.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Tanjab Barat Terima Langsung Kunjungan BKKBN Provinsi Jambi Dalam Rangka Audensi

News

Wako Alfin Hadiri Ground breaking SPPG Polres Kerinci

Advertorial

Gubernur Al Haris : Peran Lembaga Adat Sangat Dinantikan Masyarakat
Purbaya Yudhi Sadewa

Internasional

Menkeu Purbaya  Pastikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Diperiksa BPK
MK

Daerah

MK Putuskan Masyarakat Adat Tak Perlu Izin Pemerintah untuk Berkebun di Hutan, Asal Nonkomersial
UFO

Artikel

UFO Raksasa 3000 Mil Tertangkap Satelit ISS

Daerah

Walikota Sungai Penuh Lantik 77 Orang Pejabat Eselon III dan IV

Daerah

Kanim Kelas III Non TPI Kerinci Gelar Rakor TIMPORA di Kota Sungai Penuh