EksisJambi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, guna membahas kelanjutan dan perluasan program Sekolah Rakyat Rintisan Tahun 2025–2026.
Dalam rapat tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melaporkan bahwa Sekolah Rakyat secara resmi telah dimulai sejak 14 Juli 2025. Program ini digagas sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan, khususnya di wilayah terpencil dan padat urban.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat sudah dimulai di sejumlah titik sejak pertengahan Juli lalu. Minggu ini atau minggu depan, akan kita perluas lagi ke 37 titik tambahan, dan akan dilanjutkan dengan 59 titik lainnya pada bulan September,” ujar Mensos kepada Presiden.
Menurut Gus Ipul, target penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan tahun ini adalah menjangkau lebih dari 15.000 siswa dari berbagai latar belakang yang sebelumnya tidak memiliki akses pendidikan formal yang layak. Program ini akan melibatkan guru sukarelawan, tokoh masyarakat, serta fasilitas belajar non-konvensional yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia ke depan.
“Kita ingin pastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena persoalan ekonomi. Sekolah Rakyat ini adalah langkah nyata agar keadilan sosial benar-benar dirasakan rakyat di seluruh pelosok negeri,” ujar Presiden dalam arahannya.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau efektivitas pelaksanaan sekolah rakyat dan memastikan dukungan logistik, tenaga pengajar, serta kurikulum yang relevan dan kontekstual.
Program Sekolah Rakyat Rintisan ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, memperluas jangkauan layanan dasar, serta menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(*)







