Home / Internasional / Nasional / News

Senin, 6 Oktober 2025 - 07:11 WIB

Sihir Kuantum”: Mistik Ilmiah yang Menggugah, Bukan Ilmu Hitam

Sihir Kuantum

Sihir Kuantum

Eksisjambi.com – Fenomena “Sihir Kuantum” kini tengah menarik perhatian banyak kalangan mulai dari peneliti, praktisi spiritual, hingga masyarakat awam yang haus akan pemahaman baru tentang keterhubungan antara ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia.

Meski namanya mengandung kata “sihir”, konsep ini bukanlah bentuk ilmu hitam, melainkan upaya menjembatani dunia spiritual dengan sains modern melalui perspektif fisika kuantum.

Dalam pandangan para penggagasnya, sihir kuantum bukanlah tentang mantra atau kekuatan supranatural, tetapi tentang kesadaran, getaran energi, dan pengaruh pikiran terhadap realitas.

Prinsip utamanya berpijak pada teori bahwa segala sesuatu di alam semesta terdiri dari energi yang saling berinteraksi di tingkat kuantum sebuah konsep yang secara ilmiah di akui dalam fisika modern.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Pantau Pendestribusian Minyak Goreng di Bangko

“Ini bukan soal mistik yang gelap, tetapi tentang kesadaran manusia yang mampu memengaruhi energi di sekitarnya. Ilmu tidak pernah hitam atau putih; ia netral. Tergantung bagaimana kita menggunakannya,” ujar salah satu peneliti spiritual kuantum, Dr. Aditya Rendra, dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Menurut Aditya, sihir kuantum mengajarkan bahwa setiap pikiran memiliki gelombang energi yang dapat beresonansi dengan semesta dan Ketika seseorang berpikir positif dan fokus, medan energinya dapat “menarik” kondisi serupa ke dalam kehidupan nyata.

Beberapa praktisi bahkan mengaitkannya dengan prinsip law of attraction atau hukum tarik-menarik yang populer dalam psikologi modern.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Tutup Safari Ramadhan di Desa Pinang Gading, Kecamatan Merlung

Namun, perbedaannya terletak pada pendekatan ilmiah, sihir kuantum berupaya menafsirkan fenomena spiritual menggunakan bahasa dan konsep fisika.

Para ilmuwan masih bersikap hati-hati. Sebagian menilai bahwa istilah “sihir” terlalu kental dengan unsur metafisika, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk evolusi kesadaran manusia yang mencoba memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

Apa pun perdebatan yang muncul, sihir kuantum menjadi pengingat bahwa batas antara sains dan spiritualitas semakin kabur di era modern ini.

Dalam pencarian makna dan keseimbangan, mungkin yang dibutuhkan bukan sekadar ilmu pengetahuan, tapi juga kebijaksanaan dalam menggunakannya.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wagub Sani : Rakernas APDESI Ajang Silaturahmi Bagi Perangkat Desa

Advertorial

Rakor Angkutan Bara,Pemprov Jambi Tegaskan Komitmen Pengusaha Tambang Laksanakan Ingub no 1 tahun 2024
Bupati kerinci Monadi

Advertorial

Bupati Monadi Serahkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung di Kerinci 
Saqifah Bani Sa’idah di Madinah

Daerah

Jejak Sejarah di Sudut Masjid Nabawi: Saqifah Bani Sa’idah, Tempat Lahirnya Kepemimpinan Umat Islam

News

Imigrasi Kerinci Luncurkan Inovasi Pengambilan Paspor Pada Hari Sabtu

Advertorial

GUBERNUR AL HARIS RESMIKAN STUDIO MULTIPURPOSE LPP RRI JAMBI
Kebun Teh Kayu Aro

Daerah

Peringatan 100 Tahun Kebun Teh Kayu Aro

Daerah

Al Haris Perjuangkan Nasib PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu di Hadapan Komisi II DPR RI