Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Kamis, 11 Desember 2025 - 11:16 WIB

KH Said Aqil Siroj: Ada 5 Bahaya Besar Jika NU Nekat Jadi Penambang

KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Mantan Ketua Umum PBNU dua periode, KH Said Aqil Siroj, kembali menyuarakan peringatan keras terkait wacana Nahdlatul Ulama mengelola izin tambang. Menurutnya, ada lima bahaya besar yang mengintai apabila NU memaksa masuk ke sektor pertambangan.

Kiai Said merinci, bahaya pertama adalah konflik internal, karena potensi perebutan kepentingan dapat membuat para pengurus saling bertabrakan. Bahaya kedua, polarisasi kader, di mana warga NU di tingkat akar rumput bisa terbelah pendapat.

Bahaya ketiga adalah kerusakan citra organisasi. “Akan muncul persepsi negatif di mata publik masa ormas keagamaan malah ikut ngeruk bumi?” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  DPR RI Dorong Tambang Berbasis ESG, Komisi XII Sidak ke Kendari

Bahaya keempat, risiko bisnis yang tinggi. Menurut Kiai Said, dunia tambang penuh intrik dan berpotensi menyeret organisasi ke pusaran kepentingan yang dapat mengaburkan misi keumatan. Sementara bahaya kelima adalah melupakan tugas utama NU, yakni pendidikan, dakwah, serta pelayanan kesehatan. “Semua itu bisa terbengkalai jika energi pengurus malah tersita untuk urusan izin tambang,” jelasnya.

Kiai Said menekankan pentingnya kembali pada khittah NU, yaitu menjaga marwah organisasi keagamaan dan fokus pada pemberdayaan umat. Ia menegaskan bahwa kemajuan warga Nahdliyin sama sekali tidak ditentukan oleh seberapa banyak nikel atau batu bara yang digali.

Baca Juga :  Lebaran Versi Muhammadiyah Sudah Pasti 20 Maret 2026

“Keberkahan NU itu dari ketulusan, amanah, dan keilmuan bukan dari proyek tambang,” tuturnya dengan nada tegas.

Menurutnya, NU jauh lebih strategis bila memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pesantren, pendidikan, dan beasiswa, ketimbang mengelola alat berat di area pertambangan.

Pada akhirnya, gagasan yang disampaikan Kiai Said merupakan bentuk “rem darurat”. Ia ingin menjaga agar Rumah Besar Nahdlatul Ulama tetap berada pada jalur pengabdian umat, bukan berubah menjadi “PT Pertambangan NU” yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Waspada Penipuan Haji Ilegal, Tiga WNI Ditangkap di Makkah

Advertorial

Gubernur Alharis : Saran dan Masukkan Dewan Guna Perbaikan Pembangunan

Advertorial

Gubernur Al Haris Ajak Bupati dan Wali Kota Temui AHY Bahas Persoalan Infrastruktur di Jambi

Daerah

Penyantangan Kayu Manis Umur 25 Tahun di Kerinci – Warisan Waktu dan Aroma yang Mendunia

Advertorial

Gubernur Al Haris : Kenduri Swarnabhumi Edukasi Mengali Sejarah Sungai Batanghari

Daerah

Wawako Antos Jajaki Kerjasama Peningkatan Akses Jalan Dengan 3 Daerah

Bangko

Gizi Sehat Untuk Generasi Muda, Kodim 0420/Sarko Gelar Dapur Masuk Sekolah Di SD Negeri 071/VII

Daerah

Monev Bupati Dan Wakil Bupati Tanjab Timur Terkait Infrastruktur di Kecamatan Berbak.