Home / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 15 Desember 2025 - 14:39 WIB

Belasan WNA China Diduga Serang Anggota TNI di Tambang Emas PT SRM Ketapang

Ketapang, Kalimantan Barat – Insiden kekerasan terjadi di area tambang emas milik PT SRM yang berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sekitar 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China diduga melakukan aksi brutal terhadap anggota TNI yang tengah bertugas di kawasan tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 15.40 WIB dan sempat memicu kepanikan di lingkungan tambang.

Kejadian bermula ketika petugas keamanan internal perusahaan mencurigai adanya aktivitas sebuah drone yang terbang di sekitar wilayah tambang. Drone tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan objek vital nasional. Menindaklanjuti hal itu, sejumlah personel TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 6 yang sedang melaksanakan latihan di wilayah sekitar turut membantu melakukan pengejaran terhadap operator drone.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Resmi Uji Coba Excavator Amphibi Milik DPUPR Kota Sungai Penuh

Sekitar 300 meter dari pintu masuk kawasan tambang, petugas gabungan menemukan beberapa WNA yang diduga berkaitan dengan aktivitas penerbangan drone tersebut. Situasi yang semula terkendali kemudian berubah tegang ketika belasan orang lainnya datang ke lokasi.

Kelompok tersebut di duga membawa berbagai benda berbahaya, di antaranya senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum. Tanpa peringatan, mereka disebut langsung melakukan penyerangan terhadap anggota TNI dan petugas pengamanan perusahaan.

Karena jumlah penyerang lebih banyak dan untuk menghindari bentrokan yang lebih luas, personel TNI dan petugas keamanan memilih untuk menyelamatkan diri dengan mundur dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  3D Munculkan 4 Figur, AZ-FER Miliki Basis Terkuat

Akibat insiden tersebut, sejumlah kendaraan operasional perusahaan mengalami kerusakan, termasuk mobil dan sepeda motor yang berada di sekitar area kejadian. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Aparat keamanan menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan tindakan serius yang tidak dapat ditoleransi. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap motif, peran masing-masing pihak, serta memastikan penanganan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihak terkait juga di harapkan dapat meningkatkan pengawasan dan koordinasi keamanan di kawasan tambang guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (*)

 

Share :

Baca Juga

Taspen

Daerah

Gaji Pensiunan PNS Cair Taspen Tegaskan Belum Ada Kenaikan Resmi
kinerja lembaga semakin optimal dan mampu menjawab tantangan pemberantasan korupsi yang kian kompleks. Proses seleksi terbuka yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 disebut sebagai bagian dari komitmen transparansi dan profesionalisme dalam pengisian jabatan struktural di lingkungan KPK.

Daerah

KPK Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Perkuat Kinerja Pemberantasan Korupsi
Bank Syariah Rusia

Internasional

Rusia Resmi Uji Coba Perbankan Syariah, Strategi Baru Hadapi Tekanan Global

Daerah

DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Pertama dengan Agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ T.A 2025

Daerah

Kantor Pertanahan Kota Sungai Penuh Peringati HANTARU 2021

Advertorial

Semarakkan HUT RI,Bupati Kerinci Ikuti Bagi Bendera Merah Putih Kepada Warga

Advertorial

Gubernur Al Haris : Desa Garda Terdepan Pembangunan Bangsa
Kebun Teh Kayu Aro

Daerah

Peringatan 100 Tahun Kebun Teh Kayu Aro