Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 22 Desember 2025 - 11:55 WIB

Lantunan Surah Ad-Dhuha Menggema Saat Menag Lakukan Trauma Healing 

Trauma Healing

Trauma Healing

Bireuen, Aceh, http://Eksisjambi.com– Di tengah puing-puing dan sisa lumpur pascabanjir yang melanda Gampong Cot Ara, Kabupaten Bireuen, Aceh, suasana haru menyelimuti sebuah momen sederhana namun penuh makna.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Ad-Dhuha terdengar merdu dari suara ananda Muhammad Anshar, siswa MTs Negeri 9 Bireuen, yang membacanya dengan penuh penghayatan di hadapan para penyintas dan rombongan pejabat yang berkunjung.

Surah Ad-Dhuha yang di lantunkan Anshar seakan menjadi penguat batin bagi warga terdampak. Ayat-ayatnya mengingatkan bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada kemudahan, serta menegaskan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, bahkan di saat ujian terasa paling berat.

Momen tersebut semakin bermakna dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, yang secara langsung menyapa anak-anak korban banjir.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 15 April 2026, Klaim Hadiah Gratis Sekarang!

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak, khususnya para pelajar yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama menegaskan pentingnya pemulihan mental dan spiritual pascabencana, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, masjid dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis sebagai ruang aman untuk menumbuhkan kembali ketenangan, harapan, dan semangat bangkit.

“Masjid adalah tempat terbaik untuk menemukan ketenangan dan kekuatan. Dari sinilah kita belajar ikhlas, sabar, dan kembali menata kehidupan,” pesan Menag kepada para anak-anak dan warga yang hadir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo  Kembali Kunjungi Aceh dan Pastikan Akses Utama Segera Pulih

Kementerian Agama, lanjutnya, berkomitmen memastikan bahwa proses pendidikan anak-anak penyintas banjir tetap berjalan, baik melalui pendampingan psikososial, dukungan sarana pendidikan, maupun penguatan nilai-nilai keagamaan yang menumbuhkan optimisme.

Warga Cot Ara menyambut kunjungan tersebut dengan penuh haru dan rasa syukur. Kehadiran pemerintah di tengah mereka menjadi bukti nyata bahwa para penyintas tidak di biarkan berjuang sendiri menghadapi dampak bencana.

Di akhir kegiatan, doa di panjatkan bersama untuk keselamatan dan kekuatan seluruh masyarakat Aceh. Lantunan Al-Fatihah pun mengiringi harapan agar ananda Muhammad Anshar dan seluruh saudara-saudara kita di Aceh senantiasa di beri ketabahan, kekuatan, serta kemudahan dalam menata kembali kehidupan pascabanjir. (*)

Share :

Baca Juga

Feodalisme Pendidikan

Artikel

Benarkah Pendidikan Indonesia Dirancang untuk Menghapus Feodalisme?

Advertorial

Rapat Paripurna II Masa Persidangan III Tahun 2024
Mobile Legends Terbaru

Daerah

Kode Redeem MLBB 14 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis dari Moonton

Daerah

Wawako Antos Sidak Pasar Tanjung Bajure

Daerah

Gunung Merapi Masih Siaga Level III, BPPTKG Catat Puluhan Gempa Guguran
Kementerian Komunikasi dan Digital

Daerah

Komdigi Menerbitkan Aturan Baru Soal Registrasi Kartu Selular

Bangko

Pastikan Idul Fitri Aman, Wabup A. Khafidh Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

Daerah

PT PAL Indonesia Kembangkan Senjata Laser Portabel