Sungai Penuh, Kerinci, – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya.
Melalui prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Perpustakaan Digital IAIN Kerinci, Rabu (24/12), kampus hijau ini secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Heri Mudra, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar dalam rumpun kepakaran Psikologi Pembelajaran Bahasa Inggris.
Pengukuhan di lakukan langsung oleh Ketua Senat IAIN Kerinci, Prof. Dr. KH. Asa’ari, M.Ag., di saksikan jajaran pimpinan, Wabup H. Murison, sivitas akademika, serta perwakilan pemerintah daerah.
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda bertambahnya kekuatan intelektual dan kematangan institusi dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang berkelanjutan.
Bagi Prof. Dr. Heri Mudra, pengukuhan ini menjadi puncak perjalanan panjang dalam dunia akademik sekaligus bentuk pengakuan institusional atas dedikasinya di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Kepakaran yang di gelutinya menempatkan psikologi sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran bahasa, sebuah pendekatan yang di nilai semakin relevan di tengah dinamika pendidikan modern.
“Pengukuhan ini bukan hanya capaian personal, tetapi amanah besar yang harus di pertanggungjawabkan secara ilmiah, moral, dan sosial,” ujar Prof. Heri Mudra dalam pidato pengukuhannya.
Ia menegaskan bahwa Psikologi Pembelajaran Bahasa Inggris memandang peserta didik sebagai pusat proses belajar. Faktor motivasi, kondisi emosional, kepercayaan diri, serta latar sosial-budaya menjadi elemen penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa Inggris di harapkan tidak lagi bersifat kaku, melainkan adaptif, humanis, dan kontekstual, khususnya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Menurutnya, penguasaan tata bahasa dan kosakata semata tidak cukup untuk mencetak pembelajar bahasa yang unggul. Lebih dari itu, di perlukan iklim belajar yang positif dan memberdayakan agar peserta didik mampu mengembangkan kompetensi bahasa sekaligus kesiapan mental dalam menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci Dr. Ja’far Ahmad, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar ini memiliki arti strategis bagi penguatan kelembagaan. Dengan di kukuhkannya Prof. Dr. Heri Mudra, IAIN Kerinci kini memiliki 10 Guru Besar, sebuah capaian yang mencerminkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas akademik institusi.
“Bertambahnya Guru Besar menjadi modal penting dalam mendorong transformasi IAIN Kerinci menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci, sekaligus memperkuat peran kampus dalam riset unggulan dan penciptaan lulusan yang kompetitif,” ujar Rektor.
Prosesi pengukuhan turut di hadiri Wakil Bupati Kerinci,para Wakil Rektor, Ketua dan Anggota Senat, para Dekan, dosen, serta Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut mencerminkan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia serta pembangunan pendidikan di Kabupaten Kerinci.
Dengan bertambahnya Guru Besar, IAIN Kerinci di harapkan semakin mantap melangkah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta institusi pendidikan tinggi yang siap bertransformasi dan bersaing di tingkat nasional. ***







