Home / Daerah / Internasional / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kota Sungai Penuh di Jantung TNKS, 69 Persen Wilayah Masuk Kawasan Lindung

TNKS di Kota Sungai Penuh

TNKS di Kota Sungai Penuh

SUNGAI PENUH,http://Eksisjambi.com  – Kota Sungai Penuh merupakan salah satu daerah unik di Provinsi Jambi. Selain di kenal sebagai sentra pertanian masyarakat Kerinci, wilayah kota ini juga berada tepat di jantung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Kondisi tersebut membuat sebagian besar wilayah Kota Sungai Penuh masih di dominasi oleh kawasan hutan konservasi.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat, luasan kawasan hutan nasional di wilayah Kota Sungai Penuh jauh lebih besar di bandingkan area permukiman maupun kawasan pemerintahan.

Dari total sekitar 360.000 hektare luas TNKS di Provinsi Jambi, Kota Sungai Penuh memiliki karakteristik geografis yang sangat khas.

Baca Juga :  Wagub Sani Harap GP Ansor Perkuat Sinergi Bersama Pemerintah Daerah

Di ketahui, dari total luas wilayah Kota Sungai Penuh sebesar 39.150 hektare, sekitar 69 persen di antaranya masuk dalam kawasan lindung TNKS. Artinya, hanya sebagian kecil wilayah yang dapat di manfaatkan untuk aktivitas pembangunan dan pertanian masyarakat.

Saat Awak media Eksisjambi.com wawancarai Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, menjelaskan bahwa Kota Sungai Penuh hanya memiliki sekitar 31 persen wilayah yang dapat di kelola dan di garap sebagai lahan pertanian maupun pemanfaatan lainnya di luar kawasan konservasi.

“Kondisi ini menjadikan kawasan hutan TNKS sebagai penopang utama ekosistem di Kota Sungai Penuh dan sekitarnya, baik dari sisi lingkungan, sumber air, hingga keseimbangan alam,” ujar Delfi Andra.

Baca Juga :  Urutan Lengkap Beserta Karakteristiknya, Cek Shio Anda per 30 Juli 2026

Ia menegaskan, pihak Balai Besar TNKS akan terus melakukan upaya perlindungan dan pengamanan kawasan TNKS, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Langkah ini di lakukan untuk mencegah praktik perambahan hutan serta alih fungsi lahan yang dapat merusak kelestarian kawasan konservasi,” tegasnya.

Keberadaan TNKS di Kota Sungai Penuh menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, keterbatasan lahan menjadi kendala pembangunan, namun di sisi lain, kawasan hutan lindung ini berperan vital dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.***

 

Share :

Baca Juga

Bangko

Secara Terbuka Jailani Umumkan Mendukung Nalim – Nilwan
Kode Redeem Free fire Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru Maret 2026, Klaim Sekarang 

Daerah

Inggris – Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis: Dari Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

Daerah

Momentum HUT RI Ke-77, Dr. Fadli Sudria, SE., M. Hum Ajak Mari Kita Jaga Kemerdekaan Ini

Daerah

Ratusan Hektar Sawah di Kota Sungai Penuh Alami Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen
Jejak Kaki Mungil Abadi Foto : H. H. Sunliensyar

Daerah

Jejak Kaki Mungil Abadi di Bata Candi Muarajambi

Internasional

Politeknik Pelayaran Sumbar MoU Hibah iStow Campus Edition di Surabaya

Daerah

Wagub Sani Dorong Generasi Siap Kerja dan Berdaya Saing Nasional