Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:39 WIB

Merasa Sehat, Banyak Penderita Hipertensi Hentikan Obat

rebound hypertension

rebound hypertension

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Banyak penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi memilih berhenti minum obat ketika hasil pengukuran tensi sudah kembali normal dan tubuh terasa sehat. Padahal, kebiasaan ini justru menyimpan risiko besar bagi kesehatan dan dapat memicu komplikasi serius tanpa di sadari.

Hipertensi di kenal luas sebagai silent killer atau pembunuh senyap. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan keluhan berarti, namun perlahan merusak organ-organ vital seperti jantung, otak, ginjal, hingga mata. Karena itu, tekanan darah yang terlihat normal pada penderita hipertensi bukan berarti penyakitnya sembuh total.

Menurut para ahli kesehatan, tekanan darah yang stabil pada penderita hipertensi umumnya merupakan hasil kerja obat. Obat penurun tekanan darah berfungsi menjaga pembuluh darah tetap rileks, mengurangi beban kerja jantung, serta mencegah lonjakan tekanan darah yang berbahaya.

“Jika obat di hentikan secara sepihak, tekanan darah bisa kembali naik secara perlahan atau bahkan melonjak tiba-tiba. Kondisi ini di kenal sebagai rebound hypertension dan sangat berisiko,” jelas tenaga medis.

Baca Juga :  RS M. Djamil Berhasil Lakukan Pemasangan Flow Diverter Perdana untuk Tangani Aneurisma Otak

Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, di antaranya:

  1. Jantung: meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung
  2. Otak: memicu stroke
  3. Ginjal: menyebabkan penurunan fungsi ginjal hingga gagal ginjal
  4. Mata: gangguan penglihatan yang dapat berujung kebutaan

Yang membuat kondisi ini semakin berbahaya, kerusakan organ tersebut terjadi secara bertahap dan sering tanpa gejala. Akibatnya, banyak penderita merasa dirinya “baik-baik saja”, padahal kerusakan terus berlangsung di dalam tubuh.

Obat hipertensi tidak hanya berfungsi menurunkan angka tekanan darah, tetapi juga berperan sebagai pelindung organ tubuh dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, hipertensi pada umumnya merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, bahkan seumur hidup.

Meski demikian, bukan berarti penderita harus mengonsumsi obat dengan dosis yang sama selamanya. Penyesuaian dosis, penggantian obat, atau penghentian terapi hanya boleh di lakukan atas rekomendasi dokter.

Baca Juga :  Kemensos Akan Mengelar Bakti Sosial di Kota Sungai Penuh

Keputusan tersebut biasanya mempertimbangkan perubahan gaya hidup, penurunan berat badan, pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, serta hasil pemantauan tekanan darah dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, minum obat hipertensi saat tekanan darah sedang normal bukanlah kesalahan. Justru itu merupakan tanda bahwa pengobatan berjalan efektif. Sebaliknya, menghentikan obat tanpa pengawasan medis dapat membuka risiko komplikasi serius yang datang secara tiba-tiba.

Hipertensi bukan soal merasa sehat atau tidak, melainkan soal menjaga tubuh tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Sumber Referensi:

  • Kementerian Kesehatan RI – Pedoman Pengendalian Hipertensi
  • World Health Organization (WHO) – Hypertension Facts
  • American Heart Association – Why Blood Pressure Medications Matter**

 

Share :

Baca Juga

Artikel

Nasehat Emas Imam Syafi’i yang Tak Lekang oleh Zaman

Advertorial

Bupati H. Adirozal Pimpin Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023

Daerah

Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD dalam Paripurna RAPBD 2025

Daerah

Wako Alfin – wawako Azhar Hamzah Terima Aspirasi Tokoh Pondok Tinggi

Bangko

Bupati M. Syukur Tekankan Gagasan dan Disiplin untuk Bangun Daerah Saat Buka Musda V KAHMI

Kota Sungai Penuh

Dandim 0417/Kerinci Instruksikan jajaran Untuk Mencari Remaja Hilang di RKE 
Grand Final Honor of Kings

Daerah

Grand Final Honor of Kings Resmi Dimulai, KSG dan AG Berebut Gelar Juara Dunia

Daerah

Wako Alfin Hadiri Pembukaan MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Dukung Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi