Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:06 WIB

Angin Kencang dan Hujan Lebat Masih Hingga Februari

Angin Nunson Utara

Angin Nunson Utara

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Belakangan ini banyak masyarakat Indonesia merasakan angin lebih kencang, hujan lebih sering, dan gelombang laut yang lebih tinggi. Fenomena ini ternyata di sebabkan oleh puncak hembusan angin munson utara, yang merupakan bagian dari siklus tahunan cuaca di Indonesia.

Angin munson utara bertiup dari Benua Asia menuju Australia. Karena berasal dari wilayah subtropis yang sedang musim dingin, angin ini membawa massa udara lebih dingin. Saat melintasi perairan tropis Indonesia, udara dingin ini menyerap uap air sehingga menjadi lembap dan mudah memicu pembentukan awan hujan.

Secara umum, dampak angin munson utara di rasakan hampir seluruh wilayah Indonesia. Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua berpotensi mengalami hujan lebih sering, angin kencang, dan gelombang laut yang meningkat.

Baca Juga :  Siklon Bakung Kembali Menguat, Masyarakat Dihimbau Jangan Lengah

Namun, kondisi berbeda terasa di Sumatra dan Kalimantan. Untuk Sumatra, hembusan angin dari Asia sebagian besar terhalang oleh Semenanjung Malaysia. Sementara Kalimantan relatif terlindungi karena aliran angin utara terhalang wilayah Sarawak dan Sabah. Meski demikian, hujan tetap bisa turun di kedua wilayah ini, hanya intensitas anginnya lebih lemah.

Khusus di wilayah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, kondisi cuaca lebih kompleks. Selain pengaruh angin munson utara, wilayah ini juga menerima tambahan angin dari Australia yang membawa massa udara lebih hangat.

Di tambah lagi, bibit siklon 97S yang terpantau di selatan Pulau Sumba berperan sebagai penyedot massa udara, sehingga aliran uap air semakin terkonsentrasi ke wilayah selatan Jawa dan Nusa Tenggara.

Saat udara hangat dari selatan bertemu dengan udara dingin dan lembap dari utara, terjadi penumpukan uap air dan pengangkatan udara yang kuat, sehingga awan hujan terbentuk lebih mudah, menebal, dan bertahan lebih lama. Inilah penyebab hujan lebat sering terjadi di selatan Jawa dan Nusa Tenggara, di sertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatannya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Lantik Pejabat Eselon II dan III, Perkuat Kinerja Birokrasi

Meski terlihat ekstrem, kondisi ini bersifat sementara. Puncak angin munson utara biasanya hanya berlangsung hingga Februari. Memasuki akhir Februari hingga Maret, kekuatan angin perlahan melemah dan Indonesia mulai memasuki musim kemarau, meski hujan masih mungkin turun di beberapa wilayah.

“Untuk sekarang, masyarakat di minta bersabar. Fenomena ini adalah bagian dari siklus alam tahunan, dan kondisi cuaca bakal lebih bersahabat setelah Februari,” ujar ahli meteorologi BMKG.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati  Adirozal: penting kejelasan laporan penyakit pasien yang meninggal dunia
HUT Ke-17 LSM Brajo Sakti

Internasional

HUT ke-17, LSM Brajo Sakti Hijaukan Danau Kerinci dengan Penanaman Pohon

Daerah

Kanim Kerinci Melaksanakan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Tahun 2021

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Yoshadi Hadiri Nonton Bareng pergelaran wayang di Polres Kerinci

Advertorial

Begini Cara Pantau Usulan PPPK Lewat MOLA BKN

Bangko

Pembukaan MTQ ke-51 Merangin Berlangsung Spektakuler

Advertorial

Pemkot Sungai Penuh Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024
Komisi II DPR RI Dede Yusuf

Daerah

Tanpa Tes, Pengabdian Dianggap Cukup: DPR Kaji Pengangkatan PPPK Jadi PNS Beserta Hak Pensiunnya