Home / Daerah / Hukum / Internasional / Kota Jambi / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:09 WIB

Proyek Normalisasi Batang Merao Disorot, Sedimentasi Tinggi Masih Terlihat di Tengah Alur Sungai

Kondisi Sungai Batang marao

Kondisi Sungai Batang marao

SUNGAI PENUH, http://Eksisjambi.com– Proyek normalisasi Sungai Batang Merao yang menelan anggaran sekitar Rp45 miliar kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, hingga kini belum di temukan informasi resmi terkait pemberian sanksi khusus kepada PT Konrak selaku pelaksana proyek, meskipun hasil pekerjaan di nilai belum maksimal.

Ketua LSM GERAM–GP2AM, Herdri Wijaya, menyampaikan bahwa kondisi sungai pasca pelaksanaan proyek masih menunjukkan tingkat sedimentasi yang tinggi.

Bahkan, muncul gundukan endapan menyerupai “pulau pasir” di tengah alur sungai, sebagaimana terlihat pada dokumentasi foto yang di ambil pada 31 Januari 2026 di sekitar Jembatan Debai.

“Secara kasat mata, alur sungai belum bersih sepenuhnya. Endapan pasir masih mendominasi bagian tengah sungai, sementara pekerjaan terkesan hanya menyentuh sisi tepi,” ujar Herdri Wijaya

Baca Juga :  Bencana Angin Kencang Rusak Rumah Warga Kota Sungai Penuh

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan tetap menyisakan risiko banjir, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan. Padahal, tujuan utama normalisasi sungai adalah memperlancar aliran dan mengurangi potensi bencana banjir bagi masyarakat sekitar.

Herdri juga menyoroti aspek hukum dalam pelaksanaan proyek tersebut. Mengacu pada Undang-Undang Jasa Konstruksi, kontraktor yang di nilai tidak memenuhi standar teknis pekerjaan atau menyebabkan kegagalan proyek dapat di kenai berbagai sanksi.

Sanksi tersebut mulai dari kewajiban perbaikan pekerjaan, ganti rugi, pemutusan kontrak, hingga kemungkinan tanggung jawab pidana apabila di temukan unsur pelanggaran hukum, seperti korupsi atau penyalahgunaan anggaran.

Baca Juga :  Pjs. Gubernur Sudirman Apresiasi Peran Forum Zakat

“Jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan tujuan proyek tidak tercapai, maka harus ada evaluasi menyeluruh. Negara tidak boleh di rugikan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat bersama sejumlah elemen sipil mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi untuk turun langsung ke lapangan. Evaluasi menyeluruh di nilai penting guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan kontrak dan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi maupun PT Konrak terkait hasil evaluasi pekerjaan maupun kemungkinan pemberian sanksi atas proyek normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah kota Sungai Penuh Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
Pelantikan Eselon II Provinsi Jambi

Advertorial

Wagub Sani Lantik 4 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi
Donald Trump

Internasional

Trump di Puncak Kejengkelan, Iran Tolak Negoisasi Nuklir: Krisis Kepercayaan Jadi Biang Kerok

Daerah

Wako Ahmadi & Wawako Antos Hadiri Kenduri Sko Desa Koto Lolo

Daerah

Bupati H. Adirozal Resmi Tutup APKASI Procurement Network (APN) 2022.

Daerah

Ketua Komisi Fadli Sudria Tegaskan Untuk Salurkan WiFi Gratis di Renah Pemetik

Advertorial

Bupati tanjab Barat Buka Secara Resmi Turnamen Gasing Undi Tabung Di Kampung Baru Seberang Kota
Laporkan Penipuan Online

Daerah

Cara Melaporkan Penipuan Online Agar Uang Bisa Kembali