Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 16 Februari 2026 - 17:40 WIB

Hasil Perhitungan Hisab & Prediksi Ru’yat 1 Ramadhan 1447 H /2026 M

Prediksi  Rukyat Hilal

Prediksi Rukyat Hilal

Tasikmalaya, http://Eksisjambi.com – Penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan hisab (astronomi), terdapat sejumlah parameter penting yang menjadi dasar analisis awal bulan suci tersebut.

Data Hisab Akhir Sya’ban 1447 H, Berdasarkan hasil perhitungan:

Ijtima (Konjungsi) akhir Sya’ban 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 19.08.23 WIB (malam Rabu).

Tinggi hilal saat matahari terbenam: -0,5° (0,5 derajat di bawah ufuk), tepatnya -0° 0’ 18,5”.

Dengan posisi tersebut, hilal secara astronomis masih berada di bawah ufuk saat waktu maghrib.

Kondisi ini menjadi faktor krusial dalam penentuan awal Ramadhan, baik melalui pendekatan hisab maupun rukyat.

Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Versi Ilmu Hisab

1. Aliran Wujudul Hilal

Menurut kriteria wujudul hilal, jika ijtima terjadi setelah matahari terbenam (ijtima ba’dal ghurub), maka malam itu dan hari berikutnya masih termasuk bulan sebelumnya.

Karena ijtima terjadi pada Selasa malam pukul 19.08 WIB (setelah maghrib), maka:

Malam Rabu dan hari Rabu masih termasuk bulan Sya’ban.

Dengan demikian, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Pendapat ini sejalan dengan keterangan dalam Kitab Sulamunayyirain Risalah Tsani karya Syeikh Muhammad Mansur bin Abdul Hamid bin Muhammad Damiry Al-Batawi yang menjelaskan bahwa ijtima setelah ghurub menyebabkan malam dan hari berikutnya tetap bagian bulan sebelumnya.

2. Aliran Imkanur Ru’yah

Pendekatan imkanur ru’yah tidak hanya mempertimbangkan waktu ijtima, tetapi juga tinggi hilal saat matahari terbenam.

Baca Juga :  Wawako Salurkan Bantuan Masjid Al-Ishlah Sungai Liuk

Kriteria yang digunakan negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menetapkan bahwa hilal dianggap memungkinkan terlihat jika:

  • Tinggi minimal 3 derajat di atas ufuk, dan
  • Memenuhi parameter elongasi tertentu.

Namun, pada 17 Februari 2026, tinggi hilal masih -0,5 derajat (di bawah ufuk). Artinya, secara astronomis tidak memenuhi kriteria imkanur ru’yah.

Dengan demikian, menurut hisab imkanur ru’yah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026, sore hingga ba’da maghrib. Metode yang di gunakan adalah kombinasi:

  • Hisab (perhitungan astronomi)
  • Rukyat (pengamatan langsung hilal)

Indonesia menganut prinsip wilayatul hukmi, yakni apabila hilal terlihat di satu titik wilayah Indonesia, maka berlaku untuk seluruh Indonesia.

Merujuk pengalaman tahun sebelumnya, lebih dari 100 petugas rukyatul hilal diterjunkan di sekitar 80 titik pemantauan nasional.

Dua Kemungkinan Hasil Sidang Isbat Jika hilal terlihat pada Selasa sore, maka 1 Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. dan Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban diistikmalkan (digenapkan) menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan tercantum dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj:

Baca Juga :  Alasan Muhammadiyah Menggunakan Metode Hisab dalam Penentuan Awal Bulan Hijriah

“Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah bilangan Sya’ban menjadi 30 hari.”

Berdasarkan data astronomis yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk (-0,5°), maka secara ilmiah hilal tidak mungkin terlihat pada Selasa, 17 Februari 2026 saat maghrib.

Dengan demikian, prediksi kuatnya adalah:

1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Namun, kepastian tetap menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat pemerintah pada malam Rabu, 17 Februari 2026.

Beberapa lembaga dan organisasi telah merilis hasil hisab mereka:

1. MUI Kota Tasikmalaya: 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

2. PP Persis melalui Surat Edaran No. 2317/33-C.3/PP/2026: Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

3. Almanak NU 2026 yang disusun Tim Lembaga Falakiyah PBNU: Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

4. Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 2/MLM/1.0/E/2025: menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal versi Muhammadiyah.

Perbedaan metode dalam penentuan awal Ramadhan merupakan dinamika fiqih dan astronomi yang telah berlangsung lama di Indonesia. Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah serta tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dalam menyambut bulan suci.

Apakah prediksi ini akan sesuai dengan hasil Sidang Isbat? Kita nantikan bersama pengumuman resminya pada Selasa malam, 17 Februari 2026. **

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto melakukan pencoblosan di TPS 13 Kenali Besar

Kota Sungai Penuh

Wako AJB Terima Piagam WTP Dari Menteri Keuangan RI

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Perkuat Pengawasan Kotak Amal Digital

Bangko

Perbaiki Drainase, Excavator Terus Bekerja di Pembukaan Jalan TMMD 122 Kodim 0420/Sarko

Advertorial

Gubernur Al Haris : Harganas Jadi Momentum Wujudkan Keluarga Berkualitas

Kerinci

Masyarakat Talang Kemuning -Bintang Marak Bukit Kerman Riang Gembira Sambut Monadi -Murison
Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Al Haris Hadiri HUT Ke-77 Kabupaten Batang Hari

Bangko

Warga Tabir Ulu Pasang Nazar Jika Nalim-Nilwan Menang