Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:32 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Umat Islam Diimbau Perbanyak Ibadah dan Istighfar

Gerhana Bulan Total 2026

Gerhana Bulan Total 2026

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  Insyaa Allah, pada Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena alam luar biasa berupa Gerhana Bulan Total yang dapat diamati di seluruh wilayah Tanah Air. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung sejak sore hingga malam hari dan bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Fenomena gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Pada fase puncak, Bulan akan tampak gelap kemerahan di langit timur setelah matahari terbenam.

Berdasarkan informasi yang di himpun, berikut tahapan gerhana bulan total:

  • Mulai Fase Penumbra (bayangan samar): 15:44:22 WIB
  • Mulai Fase Umbra (gelap total): 16:50:00 WIB
  • Puncak Gerhana: 18:34:52 WIB
  • Akhir Fase Umbra: 20:17:10 WIB
  • Gerhana Berakhir (kembali normal): 21:22:59 WIB

Bulan di perkirakan terbit dalam kondisi telah memasuki fase gerhana menjelang waktu Magrib (menyesuaikan lokasi masing-masing). Puncak gerhana dapat diamati pada awal malam hari di atas horizon timur.

Dalam ajaran Islam, gerhana bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau kelahirannya. Jika kalian melihatnya maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salat dan bersedekahlah.” (HR. Sahih Bukhari No. 1044)

Baca Juga :  IKN Terima Hibah Rp39 Miliar dari AS untuk Transformasi Digital

Hadis ini juga diriwayatkan dalam Sahih Muslim, yang menegaskan anjuran untuk memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar ketika terjadi gerhana.

Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa istighfar saat gerhana merupakan salah satu sebab tertolaknya bala. Sementara Abdul Aziz bin Baz menegaskan bahwa gerhana adalah bentuk peringatan Allah agar hamba-Nya kembali dan bertaubat.

Umat Islam dianjurkan untuk:

  • Memperbanyak takbir sejak awal gerhana hingga berakhir.
  • Memperbanyak istighfar dan doa.
  • Mengumandangkan seruan “Ash-Shalatu Jaami’ah”.
  • Melaksanakan Sholat Gerhana Bulan (Sholat Khusuf).
  • Mendengarkan khutbah gerhana.
  • Bersedekah.

Seluruh masjid dan musholla diimbau mengumandangkan gema takbir selama gerhana berlangsung. Siaran takbir juga dapat diikuti melalui streaming radio dakwah yang tersedia secara daring.

Karena gerhana terjadi di pertengahan Ramadan 1447 H, pelaksanaan ibadah disesuaikan dengan waktu puasa:

  • Takbir di mulai menjelang Magrib (sekitar pukul 17.15 WIB di wilayah WIB).
  • Dilanjutkan adzan Magrib dan berbuka puasa.
  • Setelah Sholat Magrib, gema takbir dilanjutkan.
Baca Juga :  DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Pertama dengan Agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ T.A 2025

Sholat Gerhana dan khutbah dilaksanakan setelah Sholat Isya sebelum Tarawih dan Witir.

Setelah Tarawih dan Witir, takbir tetap dikumandangkan hingga gerhana berakhir pukul 21:22:59 WIB.

Para sahabat meriwayatkan bahwa Rasulullah begitu bersegera ketika terjadi gerhana hingga sempat keliru mengambil selendang karena fokus dan rasa takutnya kepada Allah. Ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan hal ini menunjukkan kesungguhan dan perhatian beliau terhadap peristiwa tersebut.

Gerhana seharusnya menjadi momentum muhasabah diri, bukan sekadar tontonan atau hiburan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 126 tentang pentingnya mengambil pelajaran dari setiap peristiwa.

Selain aspek spiritual, gerhana bulan total juga dapat memengaruhi fenomena pasang surut air laut dan dinamika alam lainnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa keselamatan dan perlindungan.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi momen langka sekaligus pengingat akan kebesaran Allah. Mari sambut fenomena ini dengan memperbanyak dzikir, istighfar, sholat, dan sedekah, seraya memohon perlindungan dan ampunan-Nya.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan peristiwa ini sebagai sarana meningkatkan ketakwaan.**

Share :

Baca Juga

Veda Ega Pratama ukir sejarah dengan finis ketiga di Moto3 Brasil

Daerah

Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Raih Podium di Moto3 Brasil

Advertorial

Sekda Sudirman : Garda Juang Tingkatkan Kontribusi bagi Pembangunan Jambi
Wako Alfin Kunjungi BWS VI dan Bina Marga Jambi

Daerah

Wako Alfin Kunjungi BWS VI dan Bina Marga Jambi

Advertorial

Gubernur Jambi Kembali Lantik Eselon II Lingkup Pemerintah Provinsi

Bangko

Dalam Rangka Memperingati HUT TNI Ke-79 di Desa Parit Ujung Tanjung Kodim 0420/Sarko Laksanakan Karya Bhakti

Advertorial

Bupati dan Wabup Dillah – MT Terpilih Sah, Ditetapkan KPU Tanjab Timur

Daerah

Wagub Sani Apresiasi 5 Ranperda Inisiatif DPRD Provinsi Jambi 
Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketimpangan beban pajak ASN yang dinilai lebih tinggi dibanding pegawai Kemenkeu

Daerah

Purbaya Terkejut, Beban Pajak ASN Lampaui Pegawai Kemenkeu