JAMBI, http://Eksisjambi.com– Fenomena gerhana bulan total selalu menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Saat fase totalitas, bulan berubah warna menjadi merah tembaga atau sering d isebut “Blood Moon”. Bagi pecinta fotografi, ini adalah waktu terbaik untuk berburu gambar langit malam yang dramatis.
Agar hasil foto maksimal, ada beberapa teknik yang bisa di terapkan, baik menggunakan kamera DSLR/mirrorless maupun smartphone.
Fotografi gerhana bulan membutuhkan kombinasi lensa yang tepat, pengaturan manual, serta tripod yang stabil. Tanpa itu, hasil foto berisiko blur atau terlalu gelap.
- Gunakan Lensa Tele
- Minimal 200mm agar bulan tidak terlihat terlalu kecil
- Idealnya 300mm–600mm untuk hasil lebih detail
- Tripod wajib digunakan untuk menjaga kestabilan
- Setting Saat Fase Purnama (Sebelum Totalitas)
- Pada fase ini, bulan masih sangat terang.
- Mode: Manual (M)
- ISO: 100–200
- Aperture: f/8
- Shutter Speed: 1/125 – 1/250 detik
- Gunakan patokan Looney 11 Rule:
- ISO 100 → Shutter sekitar 1/100 – 1/125 detik
Rule ini membantu menjaga detail permukaan bulan agar tidak overexposed.
Setting Saat Totalitas (Bulan Merah)
Di fase ini banyak fotografer gagal karena cahaya bulan menurun drastis.
- ISO: 800–1600
- Aperture: f/5.6 – f/8
- Shutter Speed: 1 – 2 detik (bisa sampai 4 detik tergantung kondisi)
- Jika hasil terlalu gelap → naikkan ISO
- Jika blur akibat pergerakan bulan → turunkan shutter dan kompensasi dengan menaikkan ISO
Tips Penting:
- Gunakan fokus manual ke infinity Matikan image stabilization saat memakai tripod
- Aktifkan timer 2 detik atau gunakan remote shutter
- Hindari menyentuh kamera saat pemotretan
- Menggunakan Smartphone
Memotret gerhana dengan smartphone memang lebih menantang. Tanpa zoom optik, bulan akan terlihat kecil. Namun, hasil tetap bisa maksimal dengan teknik yang tepat.
Jika Smartphone Memiliki Mode Pro:
- Saat bulan masih terang:
- ISO: 100–400
- Shutter: 1/100 detik
- Saat totalitas:
- ISO: 800
- Shutter: 1–2 detik
- Fokus ke infinity
- Turunkan exposure (-1 sampai -2)
- Gunakan tripod mini atau sandarkan ponsel ke permukaan stabil.
Jika memiliki lensa tambahan (telephoto clip), hasil bisa jauh lebih baik.
- Jika Smartphone Tanpa Mode Manual:
- Tap fokus tepat di bulan
- Turunkan exposure menggunakan slider agar tidak overexposed
- Hindari digital zoom berlebihan (misalnya 10x) jika kualitas menurun
- Lebih baik foto dalam posisi wide lalu crop saat editing
- Bonus Tips Agar Foto Lebih Estetik
- Untuk meningkatkan nilai artistik:
- Tambahkan foreground seperti masjid, pohon, gedung, atau siluet gunung
- Ambil momen saat bulan terbit di timur untuk efek dramatis
Buat komposit beberapa fase gerhana dalam satu frame
Gunakan aplikasi editing untuk mempertajam detail dan warna merah bulan
Gerhana bulan total bukan hanya fenomena astronomi, tetapi juga peluang emas menghasilkan karya visual yang memukau. Dengan teknik yang tepat, baik menggunakan DSLR maupun smartphone, siapa pun bisa mengabadikan momen langka ini dengan hasil profesional.
Selamat berburu “Bulan Merah”! **







