JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev, menyampaikan kritik terhadap maraknya penggunaan pemain naturalisasi dalam skuad Garuda saat ini. Ia menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya memberikan hasil yang memuaskan bagi publik sepak bola nasional.
Dalam keterangannya yang di kutip dari Dsport, Kolev mengungkapkan bahwa pendekatan yang di terapkannya saat masih menangani tim nasional berbeda dengan kondisi saat ini. Ia mengaku lebih mengutamakan pemain hasil pembinaan klub dan kompetisi lokal.
“Sulit membandingkan dengan masa saya dulu. Saat saya melatih tim nasional, saya sangat menekankan penggunaan pemain lokal dan menolak naturalisasi berlebihan,” ujar Kolev.
Menurut pelatih asal Bulgaria tersebut, tren penggunaan pemain asing maupun naturalisasi tidak hanya terjadi di level tim nasional, tetapi juga sudah marak di kompetisi klub. Ia menyoroti banyaknya klub yang kini mengandalkan pemain asing dalam jumlah cukup besar.
“Sekarang saya melihat ada lima sampai enam pemain asing di klub, bahkan tim nasional juga di penuhi pemain naturalisasi. Mereka merasa itu membantu, tetapi hasilnya belum sesuai harapan masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Pernyataan Kolev ini memicu kembali perdebatan lama terkait kebijakan naturalisasi dalam sepak bola Indonesia. Di satu sisi, naturalisasi dianggap sebagai solusi instan untuk meningkatkan kualitas tim. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat menghambat perkembangan pemain lokal.
Sejumlah pengamat menilai, idealnya federasi tetap menjaga keseimbangan antara memanfaatkan pemain naturalisasi dan memberikan ruang berkembang bagi talenta dalam negeri. Pembinaan usia muda serta penguatan kompetisi domestik dinilai menjadi kunci utama dalam membangun prestasi jangka panjang.
Dengan dinamika yang terus berkembang, kebijakan naturalisasi di perkirakan masih akan menjadi topik hangat dalam perjalanan Timnas Indonesia ke depan.**







